Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Fakta Membuktikan, Otak Manusia Ternyata Semakin Menyusut

Headline
Fakta Membuktikan, Otak Manusia Ternyata Semakin Menyusut Ilustrasi Otak Manusia (Foto: leapsmag)

Pantau.com - Berdasarkan sebuah laporan terbaru yang ditulis Kathleen McAuliffe dalam majalah Discover menyatakan, Otak manusia secara berangsur-angsur mengalami penyusutan selama 20 ribu tahun terakhir

Penyusutan ini terjadi setelah selama dua juta tahun tempurung kepala manusia  tumbuh ukurannya. Penciutan ini terjadi seluruh dunia, di kedua jenis kelamin dan di setiap ras.

Selama 20 ribu tahun terakhir, rata-rata volume otak manusia berkurang dari 1.500 kubik sentimeter menjadi 1.350 kubik sentimeter atau berkurang seukuran sebuah bola tenis.

Ia mengomentari Dr John Hawks, Antropolog dari universitas Wisconsin, yang berpendapat bahwa fakta  ukuran otak yang mengecil tak berarti bahwa intelejensia manusia juga ikut berkurang.

Baca Juga: Sebelum Ada Cabai, Seperti Apa Rupa Sambal Zaman Dulu?

Beberapa Pakar paleontologi sepakat dengan diagnosis bahwa otak kita menjadi lebih kecil tetapi bertambah efisien.

Tetapi pihak lainnya yakin bahwa seiring evolusi, manusia memang akan semakin bodoh.

Beberapa teori makin maju guna menjelaskan misteri menyusutnya otak.Salah satunya  berpendapat bahwa kepala yang besar perlu untuk bertahan pada zaman "upper" paleolitik yang bersuhu dingin dan aktivitas luar ruangan.

Teori kedua adalah pengembangan tengkorak itu memang selaras dengan yang terjadi dari kelinci,rusa kutub, rubah dan kuda.

Makanan kita  yang makin mudah dikunyah membuat kepala kita berhenti untuk berkembang, menurut keterangan para pendukung teori ini.

Baca Juga: Gusi Berdarah Saat Menyikat Gigi? Awas Radang Gusi

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh David Greary dan Drew Bailey, ilmuwan kognitif dari universitas Missouri mengeksplorasi bagaimana ukuran tempurung berubah seiring adaptasi manusia pada  peningkatan lingkungan sosial yang kompleks antara 1.9 juta dan 10 ribu tahun lalu.

Mereka menemukan bahwa ketika populasi kepadatan rendah, tempurung menambah ukurannya, tetapi ketika populasi di wilayah tertentu berubah dari terpencar menjadi padat, ukuran tempurung kita berkurang.

Mereka menyimpulkan bahwa seiring dengan hadirnya masyarakat yang kompleks, otak tumbuh lebih kecil karena orang tak pandai untuk  bertahan hidup.

Dr Greary menentang sterotipe bahwa leluhur kita lebih pintar ketimbang kita. Ia mengatakan Leluhur kita bukanlah intelektual atau memiliki kesetaraan kreativitas karena mereka kekurangan dukungan budaya yang sama.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - ANU

Berita Terkait: