Pantau Flash
Total Ada 16 Orang Ditangkap Terkait OTT Bupati Banggai Laut
Dokter: Kelelahan pada Penyintas Korona Jadi Gejala Fenomena 'Long COVID'
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat

Gara-gara Film Ini Netflix Terancam Diboikot

Gara-gara Film Ini Netflix Terancam Diboikot Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Ribuan orang melancarkan seruan untuk memboikot Netflix (#cancelnetflix) pada Kamis 10 September 2020 waktu setempat karena menayangkan film "Mignonnes" yang dianggap menjual sisi seksual remaja putri, demikian dilansir AFP.

Baca juga: Setelah Netflix Cs, Facebook dan TikTok Juga Kena Pajak Digital

Film yang dikenal sebagai "Cuties" dalam bahasa Inggris itu digarap sutradara asal Prancis-Senegal Maimouna Doucoure, dan mulai streaming pada 9 September. Lebih dari 200.000 tweet dengan tagar "#CancelNetflix" menjadi trending topik teratas selama satu hari.

Kritik pertama muncul pada bulan Agustus, membuat Netflix menarik karya seni yang disebut "tidak pantas" itu. Trailer tersebut digunakan untuk promosi film "Cuties" yang dirilis di bioskop Prancis pada bulan yang sama.

Saat itu, Netflix meminta maaf karena telah menggunakan gambar yang dinilai "tidak pantas".

Akan tetapi pada hari Kamis, terjadi penentangan yang lebih luas bahkan dari pihak politik di Amerika Serikat.

DeAnna Lorraine, mantan kandidat Partai Republik untuk Kongres dari California, mengunggah tulisan melalui Twitter bahwa "Pornografi anak adalah ilegal di Amerika."

"Sebagai ibu dari seorang gadis berusia 8 tahun, saya SANGAT mendukung #CancelNetflix," kata Beatrice Cardenas, seorang Republikan California lainnya.

"Cuties" yang menerima penghargaan di Sundance Film Festival ini menceritakan kisah tentang Amy, seorang anak berusia 11 tahun yang harus berhadapan dengan aturan ketat keluarganya yang keturunan Senegal dan media sosial yang mementingkan penampilan.

Baca juga: Netflix Umumkan Serial 'Money Heist' Akan Berakhir di Musim Kelima

Dia bergabung dengan grup tari yang dibentuk oleh tiga gadis lain dari lingkungannya, yang koreografinya terkadang sugestif.

"Hiperseksualisasi anak perempuan (dan anak laki-laki) menjijikkan. Ini tercela secara moral dan etika. Pedofil, pemerkosa anak-anak, dan penyimpangan lain yang digambarkan dengan #Cuties," ujar Omar Navarro, politisi Republik lainnya.

Meski demikian, saat dihubungi AFP, Netflix tidak segera berkomentar.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: