Pantau Flash
Jaksa Agung Bantah Pernah Komunikasi dengan Djoko Tjandra
PSBB Ketat Jakarta Kembali Diperpanjang 14 Hari
Kasus Positif COVID-19 di RI Capai 262.022, Jumlah Meninggal Dunia 10.105
Febri Diansyah Mundur dari KPK
Idap Kanker Paru Stadium 4, Suami Bupati Bogor Ade Yasin Tutup Usia

Gara-gara Hal Ini, Milenials di AS Derita Penyakit Kekosongan Hati

Gara-gara Hal Ini, Milenials di AS Derita Penyakit Kekosongan Hati Ilustrasi jomblo (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Saat sobat Pantau memiliki pacar, berapa banyak waktu dihabiskan untuk sekadar berjalan-jalan dengan pasangan? Setiap kali berkencan, berapa rupiah yang biasanya kamu siapkan?

Tentu tak bisa dipungkiri saat kita tengah jalan bersama dengan pasangan selalu ada biaya yang harus dikeluarkan. Baik itu untuk bensin atau biaya transportasi umum, makan, nonton film, nonton konser, atau sekadar ngopi di kafe.

Biaya berkencan itu yang ternyata justru jadi 'kendala' bagi sebagian milenial di Amerika Serikat loh. Mengutip dari Independent, ada riset dilakukan peneliti dari situs kencan Match sebagai studi tahunan yang menganalisis para jomblo milenial, baik laki-laki dan perempuan di Amerika Serikat. Lebih dari 5 ribu orang lajang ikut dalam studi ini.

Baca juga: Arti Gabut yang Sering Dilontarkan Milenials

Hasil studi ini mengungkapkan bahwa mayoritas dari mereka mendambakan punya kekasih. Sayangnya, sepertiga milenial yang jomlo mengaku tak bisa mewujudkan itu karena terhalang masalah keuangan dan biaya pacaran yang mahal.

Match mendapati biaya pacaran di Amerika Serikat mencapai USD102 atau sekitar Rp1,4 juta. Biaya itu sudah termasuk makan malam romantis, sebotol anggur, dan tiket menonton film untuk dua orang.

Temuan menarik lainnya yakni 20 persen milenial mengaku harus mencapai tingkat pendapatan tertentu sebelum menjalin hubungan yang serius. Sedangkan 23 persen lainnya juga harus mencapai karier tertentu barulah memiliki pasangan.

Baca juga: Jangan Asal Ucap! Ketahui Dulu Nih Arti Baper

Meski kesulitan dalam perihal finansial, sisi positifnya generasi milenial tetap yakin akan berhasil menemukan cinta yang mereka inginkan.

Di sisi lain, fenomena di Amerika Serikat yang muncul yakni meski tak memiliki kekasih, mereka tetap mencari partner untuk berhubungan seks. Sebanyak 49 persen Gen Z dan milenial mencari pasangan seks dan mayoritas aktif secara seksual dalam sepekan terakhir. Kebanyakan mereka berhubungan 2-3 kali seminggu.

"Cinta, seks, dan bentuk romansa modern berkembang pesat di Amerika--dari milenial hingga generasi senior. Kekhawatiran dan ketakutan mengenai ketidakpedulian anak muda saat ini mengenai cinta dan komitmen sama sekali salah. Mereka hanya kesulitan menemukannya," kata Antropolog Match Helen Fisher.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: