Hati-hati, Bayi Kurang Gizi Bisa Bikin Pendek

Headline
dr Ratih dan Andien di diskusi MPASI: Makan Itu Menyenangkan (Foto: Pantau.com/Nurri Tesya Tanjung)dr Ratih dan Andien di diskusi MPASI: Makan Itu Menyenangkan (Foto: Pantau.com/Nurri Tesya Tanjung)

Pantau.com – Indonesia termasuk lima negara di dunia dengan angka tertinggi mengalami stunting (anak pendek karena kekurangan gizi). Hanya 30 persen bayi mendapatkan MPASI yang baik. Namun, banyak sekali bayi yang makan tapi sebenarnya makanannya itu tidak mengandung nutrisi yang baik.

Dampak jika bayi kekurangan gizi adalah bayi mengalami gagal tumbuh, terhambatnya perkembangan kognitif bayi, dan memiliki masalah penyakit pada saat dewasa.

dr Ratih Ayu Wulandari konsultan menyusui dan penggagas ‘Menjadi Ibu’ mengatakan perlunya makanan pendamping ASI, semakin besar dan semakin aktif seorang bayi  pemberian ASI saja setelah usianya enam bulan tidak mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh bayi.

Baca juga: Mimpi Menyusui Bayi

dr Ratih dan Andien di diskusi MPASI: Makan Itu Menyenangkan (Foto: Pantau.com/Nurri Tesya Tanjung)

“Bayi yang sudah menginjak enam bulan harus diberi makan pendamping ASI yang baik untuk membantu tumbuh kembangnya,” kata Ratih, ditemui di kawasan Kemang, Jakarta, Jumat (16/2/2018).

Baca juga: Mimpi Gendong Bayi

“Bayi membutuhkan kalori untuk bergerak menjadi aktif, merangkak, berjalan dan berlari nantinya. Bayi ASI perlu MPASI yang baik agar menyusui dapat dipertahankan hingga dua tahun,” lanjutnya.

Ratih menjelaskan ketika bayi menginjak usia 12-23 bulan, bayi mulai memerlukan asupan protein, zat besi, kalsium, vitamin dan lainnya.

“Asupan ini nantinya akan diperoleh dari makan pendamping ASI. Untuk itu berilah anak makanan pendamping ASI yang baik yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya,” ujar Ratih. (Nurri Tesya Tanjung)

Tim Pantau