Pantau Flash
Gawat! Sudah 51 Perkantoran di DKI Jakarta Tutup Akibat COVID-19
Antonio Banderas Umumkan Positif COVID-19 di Hari Ulang Tahunnya
Pemerintah Perpanjang Stimulus Keringanan Listrik hingga Akhir Tahun
Rusia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin COVID-19
Menteri Budi: Masa Pandemi Ancam Kebangkrutan Industri Penerbangan

Heboh Penampakan Pocong di Google Maps, Ini Penjelasan Pihak Google

Headline
Heboh Penampakan Pocong di Google Maps, Ini Penjelasan Pihak Google Sesosok pocong yang tertangkap di Google Maps di daerah Kedungwaru Kidul. (Foto: Twitter)

Pantau.com - Warganet selama beberapa hari belakangan membicarakan penampakan hantu yang disebut ada pada foto-foto saat mencari lokasi melalui aplikasi Google Maps.

Baca juga: Infografis Sejarah Pocong dan Perjalanannya Jadi Hantu Legenda di Indonesia

Google, melalui keterangan pers, menjelaskan bagaimana cara kerja mereka mengumpulkan data untuk aplikasi Maps dan Street View. Menurut Google, semua berawal dari citra satelit.

"Citra satelit dan Street View telah sejak lama menjadi bagian penting dari cara kami mengidentifikasi tempat-tempat di dunia—keduanya menunjukkan lokasi jalan raya, bangunan, alamat, dan bisnis di sebuah wilayah, beserta informasi penting lainnya seperti batas kecepatan yang berlaku setempat atau nama bisnis," kata Google.

Google menggunakan mobil Street View dan alat trekker, yang dilengkapi sensor resolusi tinggi, untuk mengumpulkan lebih darai 170 miliar citra di 87 negara.

Data dan citra merupakan elemen utama dalam membuat peta, Google membutuhkan tim operasi data untuk mengumpulkan citra, menyaring sumber data hingga memeriksa dan mengoreksi peta.

Google memiliki komunitas Local Guide untuk pengguna Maps, mereka bisa memasukkan data melalui aplikasi Maps. Melalui fitur Local Guide, pengguna bisa memberikan rating untuk sebuah tempat, memberi ulasan untuk tempat, membagikan foto dan video sampai mengedit tempat.

Pengguna juga bisa menambahkan tempat yang belum ada di Google Maps atau mem-verifikasi informasi dengan memeriksa fakta.

"Tim kami memeriksa informasi dari mereka dan mempublikasikannya jika kami menganggap informasi tentang jalan, bisnis, dan alamat itu cukup sesuai dengan kondisi nyata," kata Google.

Baca juga: Mimpi Meninggal

Google juga menggunakan machine learning agar proses pembuatan peta lebih cepat dan menjaga akurasi peta.

Aplikasi peta Google Maps tersedia di sekitar 220 negara dan wilayah, Google berkomitmen untuk mempelajari hal baru dan memperbarui Maps dengan informasi terkini.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: