Hindari Kebiasaan Konsumsi Makanan Ini Saat Musim Pancaroba

Gorengan (Foto: Istimewa)Asal lemak trans, salah satunya dari makanan yang digoreng. (Foto: Istimewa)

Pantau – Cuaca akhir-akhir ini jadi semakin cepat berubah. Di pagi hari cerah, lalu menjelang siang dan sore tiba-tiba hujan deras. Tanda- tanda tersebut menandakan masuknya musim pancaroba yang biasa terjadi di Maret-April dan Oktober-Desember.

Masa pancaroba biasa ditandai dengan frekuensi tinggi badai, hujan yang sangat deras/lebat yang disertai petir, guntur dan angin kencang. Pada masa pancaroba biasanya frekuensi orang yang menderita penyakit saluran pernapasan atas, seperti flu, pilek atau batuk, relatif meningkat.

Oleh karena itu untuk menjaga tubuh agar tetap sehat di tengah perubahan cuaca maka kamu harus membiasakan hidup sehat dengan menghindari beberapa kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu seperti dilansir dari laman healthshots :

1. Makanan mentah

Makanan mentah memberikan peluang kepada patogen untuk masuk dengan mudah ke dalam tubuh sehingga menyebabkan infeksi bakteri dan virus. Inilah mengapa tubuh menjadi rentan terkena penyakit ketika mengonsumsi makanan mentah. Jadi, usahakan hindari mengonsumsi makanan mentah.

2. Makan goreng-gorengan berlebihan

Meskipun gorengan sangat enak, tetapi kamu harus tetap mengontrol porsinya. Apalagi di tengah terjadinya perubahan cuaca. Terlalu banyak makan gorengan bisa menyebabkan komplikasi gastroenteritis, yang mana akan membuat perut menjadi  kembung dan dapat menyebabkan sakit perut.

3. Tidak mengonsumsi sumber makanan vitamin C

Padahal buah jeruk merupakan sumber vitamin C terbaik yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh karena melawan infeksi.

4. Jarang minum air putih

Perubahan cuaca bisa membuat tubuh menjadi dehidrasi sehingga keseimbangan cairan dalam tubuh (hidrasi) menjadi berkurang. Padahal hidrasi dapat membantu menjaga tingkat energi, mengurangi dehidrasi musim hujan, melawan penambahan berat badan, dan juga membuat orang tidak mudah terkena infeksi atau alergi.

 

Tim Pantau
Editor
Annisa Indri Lestari