Pantau Flash
Jepang Jalani 'The New Normal' Usai Status Darurat COVID-19 Dicabut
Peneliti LIPI Prediksi Warga yang Kembali ke Jakarta Sedikit
Ketegangan AS- China buat Rupiah Melemah Rp14.755 per Dolar
Erick Thohir: 90 Persen BUMN Terdampak COVID-19
YLKI: Rencana Pembukaan Mal 5 Juni Terlalu Gegabah

Ibu dan Bapak Mertua, Komentar Anda Pengaruhi Psikologis Menantu Loh

Ibu dan Bapak Mertua, Komentar Anda Pengaruhi Psikologis Menantu Loh Ilustrasi wanita menangis. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Psikolog TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima, M.Psi mengatakan ada empat pemicu kepanikan yang kerap menimpa para ibu di Indonesia, salah satunya komentar dari orangtua dan mertua.

"Pertama, komentar dari grandparents, khususnya bagi pasangan yang tinggal bersama orangtua atau mertua," ujar Saskhya di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Menurutnya, generasi berbeda pasti memiliki cara berpikir pula, termasuk urusan mendidik anak menjadi tantangan tersendiri bagi Ibu masa kini. Kerap dihadapkan dengan membesarkan anak sesuai zaman atau mendengarkan orangtua yang memiliki pengalaman lebih.

Kedua, sambungnya, milestone anak. Tumbuh kembang anak itu tidak harus sama antara anak yang satu dengan anak lainnya atau terpatok dengan usia.

Baca juga: Dikaruniai Putri Kembar, Apoy Band 'Wali': Ini Buat Saya Deg-degan

"Ketiga, sulitnya menjadi stay at home mom. Muncul pertanyaan dari para ibu masa kini, manakah yang terbaik untuk anak atau keluarga? Apakah menjadi full time mom atau tidak apa-apa untuk tetap bekerja? Itu yang kerap menjadi kegalauan para ibu masa kini," ungkap Saskhya.

Terakhir, sambungnya, mom shaming atau merendahkan pengasuhan yang dilakukan oleh seorang ibu dari pilihan sang pengkritik.

Baca juga: Jurus Jitu Taklukan Calon Mertua

"Kasus yang sering saya jumpai adalah masalah berat badan anak. Bila berat badan anak tidak naik, nantinya akan menyalahkan sang ibu akibat memberikan makan yang tidak benar," pungkasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Rifeni

Berita Terkait: