Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Ingat! Tidak Semua Gigi Boleh Di-Bleaching

Ingat! Tidak Semua Gigi Boleh Di-Bleaching Ilustrasi gigi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Langkah pemutihan gigi, salah satunya melalui prosedur bleaching, tidak berlaku bagi semua kondisi gigi, demikian disampaikan dokter spesialis konservasi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran Irmaleny.

"(Bleaching) tidak boleh dilakukan jika keadaan mulut rusak, ada caries atau lubang. Itu tidak boleh di-bleaching. (Gigi) harus ditambal, disehatkan dulu baru kita bisa melakukan bleaching," ujar Irma di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: 4 Cara Mengolah Kunyit Untuk Putihkan Gigi Seperti Habis Veneer

Lubang pada gigi, menurut Irma, dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa saat menjalani prosedur bleaching. Selain itu, lubang yang tidak ditambal juga berisiko semakin membesar.

Dia menegaskan prosedur itu hanya untuk jaringan gusi dan gigi yang sehat.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah usia. Mereka yang dapat menjalani prosedur bleaching gigi harus berusia 17 tahun ke atas.

"Karena kalau anak kecil, (jaringan) sarafnya itu besar. Kalau kita (lakukan) bleaching, (kami) takutkan nanti kena sarafnya. Nanti giginya semakin hitam, mati. Harus dilakukan perawatan saraf," kata Irma.

Baca juga: Pikir-pikir Lagi, Ini Loh Efek Samping Veneer dan Kawat Gigi

Warna gigi yang dihasilkan setelah perawatan sebaiknya sesuai dengan warna kulit masing-masing orang. Tapi, umumnya adalah kuning muda. Irma juga tidak menyarankan warna yang lebih terang dibanding warna kulit orang yang menjalani prosedur bleaching.

"Ada produk sekali pakai, sekali disikat langsung putih. (Tapi) enggak ada yang (hasil) instan. Email (pada gigi) bisa terbuang, gigi (juga) bisa tambah sakit, bukan putih," katanya.

Irma menambahkan bleaching menjadi salah satu perawatan gigi yang populer karena alasan estetika. Dia menyarankan seseorang yang akan menjalani bleaching perlu berkonsultasi dengan dokter gigi atau spesialis konservasi jika ingin melakukan prosedur ini dan bukan mendatangi tukang gigi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Rifeni
Category
Ragam

Berita Terkait: