Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Ingin Sehat? Lakukan Diet DNA yang Efektif dan Ramah Anak

Headline
Ingin Sehat? Lakukan Diet DNA yang Efektif dan Ramah Anak Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Mendengar diet berdasarkan golongan darah, umur, jenis kelamin mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana jika berdasarkan DNA, mungkin terdengar akan sangat rumit.

Baca juga: Bukannya Makin Langsing, Diet Tinggi Lemak Jenuh Malah Bikin Depresi

Tapi nyatanya tidak serumit yang dibayangkan, karena mengandalkan teknologi mendeteksi DNA berdasarkan darah dan melihat metode diet apa yang cocok berdasarkan bawaan tubuh sejak lahir.

Menurut Product Specialist Prodia Dr.Siska Darmayanti M.Fam mengatakan setiap tubuh memiliki karakteristik yang berbeda, karenanya asupan makanan dan jenis olahraga yang dilakukan juga dapat disesuaikan.

"Misal saya olahraga yang cocok untuk menurunkan berat badan, itu olahraga yang cocok jenis power. Jadi saya bisa menurunkan berat bada dengan olahraga seperti sit up, gym, dan lain-lain. Adalagi contoh dia bisa menurunkan berat badan dengan olahraga yang endurance, seperti berenang, jogging, yang mengandalkan ketahanan tubuh, jadi berbeda," ujar Dr.Siska dalan acara perayaan 29 tahun Anniversary SOGO di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Diet ini juga boleh dilakukan oleh anak-anak, sehingga orang tua dengan mudah mengatur pola makan anak sejak dini, agar hidupnya sehat, dapat melihat apa yang baik dan tidak baik untuk anak konsumsi.

"Apalagi kalau orang tuanya perawakannya gemuk, terus takut anaknya juga gemuk, atau obesitas, itu solusinya bisa dari anak-anak sudah kita atur," ungkapnya.

Lebih lanjut, tidak ada syarat atau kondisi khusus seseorang menjalani metode diet ini, apapun kondisinya ia tetap boleh melakukannya, karena segalanya berdasarkan hasil pemindaian DNA dan konsultasi dokter.

"Kalau kondisinya sudah metabolik syndrome, artinya dia akan mendapatkan kesehatan yang lebih baik dengan pencegahan dari makanan dan olahraga yang tepat," tuturnya.

Baca juga: Minum Yogurt Saat Diet, Amankah?

Untuk tingkat efektifitas menurut Dr.Siska dapat mencapai angka 76 hingga 80 persen, dibanding diet-diet pada umumnya. Kunci terpenting dari diet ini ialah niat si individu.

"Misal kita harus makan ini, tidak boleh makan ini, tapi tidak dijalankan, ya udah," tutupnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang
Reporter
Dini Afrianti Efendi

Berita Terkait: