Pantau Flash
Marquez Makin Kewalahan di Uji Coba Qatar
Ekonomi Negara-negara Terbesar Turut Luluh Lantak Akibat Korona
Kapal 10 Penumpang Tenggelam di Perairan Halmahera, 1 Orang Hilang
Puan Maharani Soal Kepercayaan Publik: Perilaku 1 Anggota DPR Berpengaruh!
Survei Median: Prabowo Ungguli Anies Jika Pilpres Digelar Hari Ini

Ini Akibatnya Jika Kamu Berlebihan Mengonsumsi Minuman Isotonik

Ini Akibatnya Jika Kamu Berlebihan Mengonsumsi Minuman Isotonik Minuman Isotonik. (Foto: shutterstock)

Pantau.com - Sebuah penelitian mengungkapkan, mengonsumsi minuman isotonik terlalu banyak ternyata malah akan membuat garam masuk secara berlebihan ke dalam tubuh.

Salah satu dampak negatif terlalu banyak mengonsumsi garam adalah tekanan darah meningkat, sehingga timbul risiko penyakit jantung dan stroke.

Pakar gizi menyatakan cara meminum minuman isotonik juga tidak boleh sekaligus, yaitu beberapa teguk setiap jeda waktu tertentu saat beraktivitas seperti olah raga.

Ahli kesehatan juga menegaskan minuman isotonik hanya boleh dikonsumsi ketika sedang berolahraga karena saat itu tubuh kehilangan cairan sehingga harus segera diganti.

Baca Juga: Baikah Cairan Isotonik Diminum Saat Cuaca Panas?

Lebih lanjut, mereka mengingatkan bahwa minuman isotonik hanya patut dikonsumsi oleh orang yang menjalani aktivitas berat seperti mereka mereka yang rutin berolahraga minimal dua jam per hari.

Menurut mereka, orang-orang yang aktivitas sehari-hari tidak menguras banyak tenaga, minuman isotonik tidak bermanfaat bagi tubuh.

Hal yang juga penting, porsi asupan minuman isotonik harus disesuaikan dengan jumlah cairan yang terbuang saat berkeringat.

Baca Juga: Kembalikan Stamina dengan Cepat Usai Berolahraga dengan Minum Susu Coklat

Untuk mengonsumsi minuman jenis isotonik ini, diharuskan untuk menimbang badan sebelum dan sesudah berolahraga, jika turun 500 gram, maka harus diganti minimal 500 gram lebih sedikit.

Para ahli mencontohkan, seorang atlet yang berolahraga selama dua jam butuh minum minimal dua liter air dengan perbandingan 60 persen air dan 40 persen isotonik. 

Kesimpulannya minuman isotonik hanya boleh dikonsumsi ketika sedang berolahraga karena saat itu tubuh kehilangan cairan sehingga harus segera diganti, bukan sebelum atau sesudah berolahraga.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - SIG
Category
Ragam

Berita Terkait: