Pantau Flash
Jokowi Benarkan 4 WNI Positif Korona di Kapal Pesiar Diamond Princess
Ada Gubernur Belum Alihkan Kewenangan Izin Investasi, Bahlil Lapor Presiden
KPK Takut Tangkap DPO Eks Sekretaris MA Nurhadi?
Rapper Pop Smoke Tewas Ditembak di Rumahnya
Lewis Hamilton Tercepat Hari Pertama Uji Coba Barcelona

Ini Alasan Dian Sastro Akhirnya Ungkap ke Publik Punya Anak Autis

Ini Alasan Dian Sastro Akhirnya Ungkap ke Publik Punya Anak Autis Dian Sastrowardoyo (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Untuk pertama kalinya, Dian Sastro mengaku pada publik bahwa putranya terdiagosis autisme saat menghadiri konferensi pers 'Special Kids Expo (SPEKIX) 2019' di Jakarta pada Jumat lalu.

Baca juga: Dian Sastro Cerita Pengalaman Mengetahui Anak Keduanya Alami Autisme

Dalam acara itu, Dian mengaku dia terbuka akan kondisi putranya. Dia bahkan berbagi pada audiens guru mana yang mendiagnosa kondisi anaknya dan bagaimana cara menolong anak yang terdiagnosa autisme bisa mandiri secara sosial.

"Secara publik aku baru cerita sekarang. Aku mau kasih sharing positif kalau mau kasih pertolongan dia bisa mandiri secara sosial, akademis," kata Dian.

Menurut perempuan yang populer melalui perannya sebagai Cinta dalam film 'Ada Apa Dengan Cinta' itu, seorang ibu cenderung memiliki insting spesial pada anak-anaknya, termasuk mendeteksi dini autisme.

Saat menemukan ciri-ciri tertentu, dua di antaranya sang anak tak bisa melakukan kontak mata dan tidak menunjukan atensi sosial, sebaiknya segera periksakan kondisi anak pada dokter anak.

"Langsung periksain, ini insting ibu. Suamiku masih denial sampai dua tahun kemudian. Setelah itu dia baru tahu (kondisi anaknya)," tutur Dian.

"Aku ingin orang terbuka saja jika anak punya kebutuhan khusus. Kalau kita tolong dari kecil, saat sekolah dasar dia sudah dianggap enggak terlalu berbeda sama anak lainnya," papar Dian.

Dian mengatakan, tak mudah mengasuh anak dengan autisme, salah satunya menghadapi tingkah janggalnya misalnya menepuk tangan berulang kali, memainkan satu mainan hingga tiga jam.

"Dulu rasanya, kayak sedih. Aku ingin jadi orang tua ingin bonding sama anakku. Saat dia belum bisa komunikasi dengan baik. Kapan dia tahu aku sayang sama dia," tutur Dian.

Terlebih jika tak ada dukungan dari keluarga. Pada tahun-tahun pertama, dia masih berusaha mengupayakan diri dan keluarganya kuat.

"Aku manage kekuatan orang-orang di sekitar. Aku tenangin diri, 'memang begini kok', aku masih proses edukasi. Enggak apa-apa memang ini lelah," kata Dian.

Baca juga: Pastor Katolik India Sebut Dosa Orangtua Sebabkan Autisme pada Anak

Putra pertama Dian kini sudah berusia delapan tahun dan perkembangan kemampuannya semakin baik secara akademis maupun sosial karena sudah melalui terapi mulai dari okupasi hingga bicara.

Sang putra kini sudah mampu melakukan berbagai hal yang dulu dia tak bisa lakukan semisal berkomunikasi dan berargumen.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: