Ini Alasan LAPAN Ajak Komunitas ‘Bumi Datar’ Saksikan Gerhana Bulan

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com – Pendapat soal bumi datar akan terbantahkan dengan munculnya fenomena gerhana bulan total langka atau “Super Blue Blood Moon” yang terjadi esok malam, Rabu 31 Januari 2018.


Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin pun mengajak para komunitas “bumi datar” menyaksikan fenomena langka tersebut.


“Saya mengajak menonton gerhana bulan. Bandingkan waktunya. Karena gerhana supermoon disebutkan mulai waktunya pukul 18.48, buktikan betul tidak. Kemudian gerhana totalnya pukul 19.58, buktikan juga,” kata Thomas ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (30/1/2018).


Jika apa yang diperkirakan LAPAN betul terjadi, Thomas memastikan bahwa sistem rotasi bumi, bulan, matahari sudah betul. Dan proses gerhana itu membuktikan bahwa bumi benar berbentuk bulat.


Baca Juga: Kepala LAPAN: Gerhana Bulan Total Buktikan Bumi Bulat



Ilustrasi bumi datar (Foto: Vice)


“Gerhana bulan ini adalah saat yang tepat untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat. Karena ketika purnama tergelapi, bayangan yang menggelapi itu bayangan bumi. Jadi kelengkungan bayangan pada permukaan bulan ketika proses gerhana itu menunjukan bumi yang bulat,” paparnya.


Hal serupa sebetulnya pernah diungkapkan Thomas Djamaluddin saat fenomena gerhana matahari total terjadi pada 9 Maret 2016 lalu. Sehingga pendapat bumi datar sebetulnya telah terbantahkan sejak lama.


“Jadi kalau gagasan yang diungkapkan penggemar bumi datar mengemukakan bahwa gerhana bulan itu terjadi karena ada suatu objek tidak diketahui yang menghalangi, itu tidak masuk logika,” tegas Thomas Djamaluddin.


Baca Juga: Catat! Ini Lokasi Terbaik Melihat Gerhana Bulan Total Langka

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta