Ini Alasan Seseorang Sensitif Minum Kopi, Kemungkinan Metabolisme Tubuh Lambat

Headline
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau – Batasan maksimal konsumsi kafein sehari adalah 400 ml bagi orang dewasa. Ada juga yang tetap aman walau sudah mengonsumsi dalam jumlah banyak. Namun sejumlah orang bisa ‘sensitif’ saat mengonsumsi kopi. Biasanya mereka yang sensitif itu mengalami rasa berdebar kencang di dada setelah minum kopi. Beberapa bahkan tidak bisa tidur di malam hari gara-gara secangkir kopi di siang hari.

Lalu mengapa tubuh bisa bereaksi berlebihan saat mengonsumsi kopi?

1. Tidak terbiasa minum kopi

Orang-orang yang tidak mengonsumsi kafein secara teratur dan dalam jumlah yang sesuai cenderung akan memiliki respon negatif pada kafein. Ketika seseorang yang tidak terbiasa minum kopi dampaknya bisa lebih kuat dibanding pada seseorang yang biasa meminumnya.

Melansir dari laman huffpost, suatu penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein secara konsisten mengarah pada penurunan produktivitas otak, namun meningkatkan hormon norepinephrine sehingga suasana hati jadi lebih baik. Fungsi utama norepinefrin adalah mengendalikan siklus istirahat, kewaspadaan dan memori pada saraf pusat.

2. Faktor genetik

Sensitivitas otak terhadap kafein sangat bervariasi pada setiap orang. Hal ini tergantung pada berapa banyak adenosin seseorang mengikat kafein setelah mengonsumsinya. Orang-orang dengan reseptor yang mengikat kafein lebih efektif cenderung merasa gelisah usai mengonsumsinya. Sejumlah hal ini sangat tergantung pada kondisi genetik seseorang.

3. Mengonsumsi antibiotik

Antibiotik tertentu seperti obat asma dan echinacea meningkatkan intensitas efek samping kafein yang tidak diinginkan. Sementara antibiotik dan echinacea dapat mengganggu metabolisme kafein, kedua obat tersebut yang beredar melalui tubuh dalam jangka waktu yang lama dan dalam jumlah yang tinggi juga memiliki efek samping seperti kafein.

4. Metabolisme tubuh lambat

Bagi orang-orang yang menghasilkan sedikit enzim metabolisme membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membersihkan tubuh. Hal ini yang membuat efek samping berlangsung lebih lama dan membuat kamu merasa tidak nyaman. Dengan kata lain, seseorang dengan metabolisme lambat bisa sangat terpengaruh dengan kafein.

5. Mengonsumsi pil kontrasepsi

Wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi akan lebih sensitif terhadap efek samping kafein. Menurut sebuah penelitian, wanita muda yang mengonsumsi pil kontrasepsi kehilangan sejumlah mineral penting seperti kalsium, seng dan kalium. Hal ini terjadi karena komponen aktif dalam metabolisme kafein dibatasi oleh steroid hormon. Ketika nutrisi dalam tubuh hilang, efek samping kafein akan bertahan lama dalam tubuh.

 

Tim Pantau
Editor
Annisa Indri Lestari