Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Ini yang Harus Kamu Ketahui Soal Mitos 'Ketindihan'

Ini yang Harus Kamu Ketahui Soal Mitos 'Ketindihan' Ilustrasi (Foto: Hellosehat)

Pantau.com - Kesulitan bergerak dan mulut tak bisa mengeluarkan suara saat tidur, sering disebut sebagai 'tindihan'. 'Ketindihan' atau yang lebih dikenal dengan sleep paralysis sering disalahartikan sebagai kejadian supranatural. Saat 'ketindihan', seseorang sering mengalami halusinasi seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur.

Baca juga: Bunga Wijaya Kusuma

Padahal itu merupakan bentuk kondisi medis yang tidak berbahaya dan cukup normal untuk dialami seseorang. Tapi ternyata 'tindihan' dapat dijelaskan secara ilmiah.

1. Stres

Beban pikiran yang berlebih hingga mengakibatkan stres dapat membuat seseorang tidak nyaman saat tidur. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya sleep paralysis.

2. Posisi tidur

60 persen dari kasus 'ketindihan' diakibatkan oleh posisi tidur kita terlentang. Untuk itu, biasakan untuk tidur miring.

3. Jam tidur

Penyebab utama seseorang mengalami sleep paralysis adalah jam tidur yang tidak teratur. Sensasi 'ditindih setan' disebabkan oleh kondisi tubuh yang terlalu lelah atau kurang tidur, sehingga ketika kita dalam keadaan sadar lalu tertidur dapat melompat ke mimpi atau halusinasi.

Baca juga: Mitos Bambu Kuning

4. Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan memang dapat memberikan efek yang macam-macam. Tak hanya dapat membuat ngantuk, ternyata mengonsumsi obat juga bisa menyebabkan sleep paralysis.

5. Kurang olahraga

Sama halnya seperti bahaya tidur pagi hari, tubuh yang sering berolahraga akan menjadi lebih sehat dan bugar. Namun jika tidak dilakukan, tentu akan membuat tubuh menjadi lesu. Hal inilah yang membuat tidak seseorang tidak nyaman, sehingga bisa menyebabkan pengalaman 'ketindihan'.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Rifeni
Category
Ragam

Berita Terkait: