Pantau Flash
Dilaporkan Lakukan Penganiayaan, Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka
Presiden Jokowi Didampingi Mentan Syahrul Tinjau Food Estate di Humbahas
Ada 3.520 Kasus Baru, Positif COVID-19 di RI Capai 396.454 per 27 Oktober
Ledakan Dahsyat Madrasah di Pakistan Tewaskan 7 Orang
Tiga Petinggi Sunda Empire Divonis Dua Tahun Bui

Instalasi Sepatu Hak Tinggi, Simbol Perempuan Korban Pembunuhan di Turki

Instalasi Sepatu Hak Tinggi, Simbol Perempuan Korban Pembunuhan di Turki Instalasi sepatu hak tinggi. (Foto: Antara)

Pantau.com - Seniman Turki Vahit Tuna telah memasang 440 pasang sepatu hak tinggi di dinding sebuah bangunan yang terletak di jalan Istanbul yang sibuk, sebagai simbol jumlah perempuan yang terbunuh akibat kekerasan domestik dan kekerasan seksual di Turki pada 2018.

"Kami sekarang berdiri di jalan dan mungkin orang baru melihat karya seni ini untuk pertama kalinya, sebuah luka terbuka dan berdarah yang pertama. Saya percaya ini berdampak," ujar Tuna seperti dilansir Reuters.

Baca juga: Festival Film Indonesia 2019 Hadirkan Terobosan Baru

"Saya kira (instalasi) ini menciptakan kesadaran dan sesuatu yang mempengaruhi orang dan membuat mereka berpikir," imbuh dia.

Di Turki, ada tradisi menaruh sepatu dari orang yang meninggal di luar pintu masuk. Instalasi seni ini menutupi area seluas 260 meter persegi.

"Jujur, saya tidak merasa aman di jalan dan pemandangan ini sangat buruk. Ada 440 pasang sepatu di sini dan itu artinya sebanyak itu hidup yang hilang pada 2018. Ini sungguh menyedihkan," kata bankir Turki Serap Kilic.

"Selama orang-orang tetap diam, kekerasan terhadap perempuan akan meningkat dan kekerasan ini bukan cuma membunuh perempuan, tapi juga menekan dan membungkam mereka," kata bankir lain, Hilal Koseoglu.

Baca juga: Intip Aksi Awkarin Menembus Kerumunan Pendemo Bagikan Nasi Kotak

Sekitar 440 perempuan terbunuh pada 2018 di Turki, berdasarkan laporan yang dipublikasikan Kadin Cinayetlerini Durduracagiz Platformu (Platform Kami Akan Hentikan Femisida) yang mencatat jumlah pembunuhan.

Platform itu melaporkan ada 49 perempuan dibunuh laki-laki pada Agustus 2019.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: