Pantau Flash
6 Pekerja Pabrik Bir Tewas dalam Penembakan Brutal di Winconsin AS
DPR Lantik Tiga PAW, Dua dari PDIP dan Satu Nasdem
Menteri Edhy Bertolak ke Australia Bahas Budidaya Lobster
Arab Saudi Berhentikan Sementara Pelayanan Umrah Gara-gara Korona
'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang' Jadi Sorotan Media Internasional

Jangan Anggap Remeh Lipatan di Sekitaran Mata, Bisa Jadi Asma Kulit

Jangan Anggap Remeh Lipatan di Sekitaran Mata, Bisa Jadi Asma Kulit Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com -  Lipatan seputar mata terkadang bukan semata kantong mata dan bisa saja itu karena hal lain, menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dr Ronny Handoko, SpKK.

"Lipatan seputar mata disalahartikan kantong mata. Itu bisa otot matanya besar sehingga tampak seperti kantong," ujar dia dalam seminar media di Jakarta, Rabu (14/9/2019).

Baca juga: Bisakah Redakan Gatal dengan Meletakkan Handuk Panas?

Lipatan ini bisa menjadi pertanda dermatitis atopik (DA), penyakit yang umumnya terjadi saat bayi hingga seseorang memasuki masa lansia.

Untuk membedakan lipatan itu otot atau kantong mata, anda bisa coba melihat ke atas dan ke bawah. Jika lipatan itu ikut berpindah seiring pandangan anda, berarti otot mata. Hal sebaliknya terjadi jika itu kantong mata.

DA atau asma kulit bersifat kronis dan tak menular. Gejala utama penyakit ini antara lain kulit gatal, kulit kering hingga pecah-pecah, ruam kemerahan dan kulit bisa menebal. Masalah yang biasa ditimbulkan biasanya meyangkut estetis.

Biasanya ada lokasi tertentu penyakit ini. Pada anak biasanya pada wajah, sikut, kulit kepala. Pada dewasa umumnya terletak di lipatan siku, lipatan lutut, leher, seputar mata dan bibir.

Pada lansia, terkadang muncul gejala tambahan seperti dark circle atau gelap sekitar mata, bintik kasar di lengan dan paha, warna hitam pada lengan dan garis telapak tangan dan kaki yang berlebih.

Baca juga: Dermatitis Atopik Lebih Rentan Pada Anak Usia 1-5 Tahun, Kenapa?

Ada beragam faktor yang bisa mencetuskan DA, seperti cuaca terlalu panas atau dingin, perubaha cnuaca, debu, daya tahan tubuh turun, stres, gigitan serangga dan riwayat keluarga pernah menderita DA.

Penderita DA bisa kembali pada kondisi normal jika penyakitnya itu mendapatkan penanganan tepat dari ahli kesehatan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam