Pantau Flash
Pelanggan Netflix dan Spotify Akan Dipungut Pajak 10 Persen
Gugus Tugas: Vaksin COVID-19 Buatan RI Diproduksi Pertengahan 2021
COVID-19 per 7 Juli: Ada 1.268 Kasus Baru, Total Positif di RI 66.226
Juni 2020, BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dolar
Mentan: Realisasi Anggaran hingga Juli 2020 Capai 44,03 Persen

Jangan Masukkan Kentang ke Dalam Kulkas, Berbahaya!

Jangan Masukkan Kentang ke Dalam Kulkas, Berbahaya! Ilustrasi kentang. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Beberapa makanan mungkin akan lebih baik dan awet bila dimasukkan ke lemari es. Namun, tidak untuk kentang. Kentang mentah tak boleh disimpan dalam lemari es.

Untuk satu alasan, menyimpan kentang di suhu dingin lemari es akan berpengaruh negatif terhadap rasanya.

Seperti dilansir Vemale.com, Selasa (23/10/2018), kentang yang disimpan di lemari es saat masih mentah rentan meningkatkan kadar gula di dalam kentang. Para ahli percaya suhu rendah lemari es bisa dengan mudah mengubah zat pati pada kentang menjadi zat gula yang bisa saja sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Tak hanya itu saja, kentang yang disimpan di lemari es dalam waktu yang lama juga bisa menyebabkan reaksi kimia dan sangat berpotensi menjadi racun yang sangat berbahaya bagi tubuh. 

Baca juga: Pola Makan Ibu Hamil Pengaruhi Nafsu Makan Anak

The Food Agency mengungkapkan kentang yang disimpan di lemari es, digoreng, dan dibakar bisa menghasilkan akrilamida kimia. Akrilamida merupakan karsinogen genotoksik, sebuah zat yang bisa meningkatkan risiko kanker dan penyakit berbahaya lain di tubuh. Memang, risiko ini tak bisa dirasakan dengan cepat.

Konsumsi olahan kentang yang telah disimpan di lemari es sebelumnya dikatakan sangat berisiko kanker dan penyakit bahaya lainnya bisa dirasakan setelah adanya konsumsi jangka panjang dan lama. 

Jadi, mulai sekarang diusahakan untuk tidak menyimpan kentang di dalam lemari es. Simpanlah kentang di tempat yang kering seperti, dalam kantong kertas.

Baca juga: Kecanduan 'Fast Food' Sesulit Seperti Kecanduan Obat Terlarang

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: