Pantau Flash
Gedung Nusantara I DPR Terbakar, Sumber Api Berasal dari Lift
Bank Dunia Sebut COVID-19 Luluh Lantakkan Asia Timur dan Pasifik
Volume Kendaraan di Jakarta Turun 21 Persen saat PSBB Ketat
Media Asing Soroti Demo Tuntut Referendum Papua, Dibubarkan dengan Tembakan
4 Pemain dan 2 Ofisial Persebaya Positif COVID-19 Berdasarkan Hasil Tes PCR

Jangan Panik! Begini Cara Pertolongan Pertama Saat Gigi Patah

Jangan Panik! Begini Cara Pertolongan Pertama Saat Gigi Patah Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Jika pada orang tua faktor umur penyebab copotnya gigi, namun buat anak muda sering terjadi ini karena faktor kecelakaan, dan apa yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama gigi yang patah.

Baca juga: Terpaksa Harus Pakai Gigi Palsu? Ketahui Cara Perawatannya

Dokter Gigi sekaligus Prosthodontist Drg. Sandy Aditya menyarankan untuk segera mencari sisa patahan gigi dan disimpan untuk nanti dipasangkan kembali oleh dokter gigi yang berkompeten.

"Kemudian ada gigi yang kelepas, gigi yang kelepas di simpan atau enggak? Kalau misalnya hilang ya sudah, kalau misalnya ada, ambil aja simpen pakai air ludah, ambil gelas air mineral kosong pakai air ludah disitu disimpan (giginya) di air ludah," ujar Drg. Sandy dalam acara '3M Dental Expo di Hotel Shangri-La, Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4/2019).

Langkah pertolongan ini ternyata cukup ampuh membuat gigi patah yang tersisa tetap bertahan untuk bisa dipakai dan dipasangkan kembali dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini. Namun satu hal yang harus diingat, gigi tersebut ada masa kadaluarsanya.

"Gigi yang patahnya dipasang lagi, nanti minta dokternya dipasang, ada golden periode (periode emas) nya biasanya 6 jam pertama," ungkapnya.

Indikasi lainnya, jika usai kecelakaan timbul perasaan nyeri atau sensitif yang menyebabkan area syarafnya terbuka, masa segerakanlah menemui dokter untuk diberikan obat penetralisir atau syaraf yang dibuat mati sementara.

"Namanya trauma pasti sakit, cuma kadang kita bingung rasa sakitnya itu karena traumanya atau karena syarafnya kena nih, rontgen dulu, kalau kasat mata ini udah telanjang nih (syarafnya), dibuat keaadan streril dulu baru dipasang," jelasnya.

Baca juga: Beda dari Hari Biasa, 5 Cara Terhindar Bau Mulut Saat Puasa

Satu yang digarisbawahi Drg. Sandy ia berharap sebisa mungkin usahakan jika pasien masih terlampau muda untuk tidak mencabut gigi dari akarnya, dan cari solusi lain yang memungkinkan.

"Kalaupun mau cabut inget usia pasien dulu, kalau masih muda sebisa mungkin jangan dicabutlah," tutupnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Dini Afrianti Efendi

Berita Terkait: