Kebiasaan Ini Menurunkan Kecerdasan Otak. Salah Satunya Sering Main HP

Headline
Ilustrasi bermain HP jelang tidur. Foto : (Freepik)

Pantau – Beberapa kebiasaan buruk yang kamu anggap sepele ternyata dapat mempengaruhi kecerdasan otak, lho! Lantas, kebiasaan apa sajakah yang dimaksud? Merangkum dari laman eMediHealth, kebiasaan buruk ini sebaiknya perlu kamu batasi atau hindari agar tidak berdampak pada kecerdasan otak.

1. Malas minum air putih

Tubuh sebagian besar terdiri dari air maka artinya kerja organ tak terkecuali fungsai otak, bisa terganggu ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi. Efek kurang minum air putih dapat membuatmu sulit fokus, susah berpikir, mengantuk, sampai susah mengingat sesuatu.

2. Menggunakan smartphone terlalu lama

Pemakaian smartphone terlalu lama/sering menyebabkan penurunan fungsi sekaligus merusak otak itu sendiri. Semakin sering ponsel digunakan maka penurunan kemampuan kognitif juga terus terjadi seperti dilansir dari jurnal pada The University Chicago Press.

3. Sering melewatkan sarapan 

Dalam Journal of School Health, penurunan kemampuan kognitif pada akademik banyak disebabkan oleh kebiasaan tidak sarapan sebelum sekolah. Sarapan menghasilkan banyak nutrisi untuk otak serta tubuh. Melewatkan sarapan membuat keduanya terganggu dan sulit berfungsi dengan baik. 

4. Terlalu banyak mengonsumsi gula

Gula yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap protein dan nutrisi ke dalam otak.

5. Kurang bersosialisasi

Saat kebutuhan sosial tidak terpenuhi, perkembangan tubuh khususnya kinerja otak bisa menjadi terhambat. Bukan cuma itu, kurang bersosialisasi juga menjadi bisa menyebabkan kecemasan hingga depresi berkelanjutan. 

6. Merokok

Merokok dapat menyebabkan kerusakan dan penyusutan pada otak. Akibatnya, kamu akan kehilangan kemampuan memori pada otak dan jika hal ini terjadi, tentu saja kemampuan otak pun akan ikut menurun. 

7. Jam tidur berantakan

Jadwal tidur yang tidak teratur dapat mengganggu sistem saraf sehingga otak kehilangan fungsi kognitifnya. Akibatnya, hilang fokus, hingga penurunan daya ingat.

Tim Pantau
Editor
Annisa Indri Lestari