Pantau Flash
Hasil Survei: Ahok Unggul Atasi Banjir-Macet Ketimbang Anies
Ahsan/Fajar Bawa Indonesia Juara Badminton Asia Team Championships 2020
Andre Rosiade Grebek Prostitusi Online, Gerindra: Itu Tidak Salah
5.518 SPBU Akan Dipasang Digital Nozzle
Menko Luhut Beberkan Upaya Indonesia Tekan Defisit Perdagangan

Kenali 7 Tanda Autisme Pada Anak Sejak Dini

Kenali 7 Tanda Autisme Pada Anak Sejak Dini Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Autisme pada anak bisa Anda deteksi sejak dini, terutama di lima tahun pertama kehidupannya, menurut Ketua Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) Gayatri Pamoedji.

Ada tujuh hal yang bisa Anda kenali. Jika dua dari tujuh hal ini Anda bisa jawab 'tidak', segera periksakan diri anak pada dokter anak karena bisa menjadi tanda awal anak Anda menderita autisme sebagai berikut:

Baca juga: Dian Sastro Cerita Pengalaman Mengetahui Anak Keduanya Alami Autisme

1. Apakah anak Anda memiliki ketertarikan pada anak-anak lain? Anak autis cenderung tidak.

2. Apakah anak Anda menunjuk hal yang disukainya? Anak autis cenderung tidak.

3. Apakah anak Anda mau menatap mata Anda lebih dari 1-2 detik? Anak autis cenderung tidak punya kontak mata.

4. Apakah anak Anda mau meniru ucapan, ekspresi wajah, ataupun gerak-gerik Anda? Anak autis cenderung tidak mau meniru.

5. Apakah anak Anda bereaksi ketika namanya dipanggil? Anak autis cenderung cuek.

6. Apakah anak Anda mau melihat ke arah benda yang Anda tunjuk? Anak autis cenderung tidak mau mengikuti arahan.

7. Apakah anak Anda pernah bermain pura-pura, misalnya pura-pura menyuapi boneka, atau menerima telepon? Anak autis cenderung bermain dengan cara tidak lazim.

Autisme spectrum disorder (ASD), serangkaian gangguan perkembangan saraf yang dapat mencakup fokus yang intens pada satu hal, tidak responsif, kurang memahami isyarat sosial, gerakan berulang atau melukai diri.

Baca juga: Ini Alasan Dian Sastro Akhirnya Ungkap ke Publik Punya Anak Autis

Gayatri yang memiliki putra terdiagnosis autisme saat berusia sembilan tahun. Saat itu, menurut dia sang putra tak pernah bisa melakukan kontak mata dengannya.

"Anak saya enggak ada kontak mata. Pandangan mata satu arah. Saat dipanggil seakan enggak mendengar. Enggak ada bonding antara ibu dan anak," kata dia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Gayatri menganjurkan para orang tua peka pada kondisi anak mereka sehingga penanganan bisa lebih dini.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: