Kronologi Meninggalnya Artis Senior Rima Melati: Cuci Darah hingga 7 Kali

Artis lawas sekaligus pemain film omnibus Rima Melati hadir dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, (27/4). Film yang diadaptasi dari buku dan album musik karya Dewi Lestari ini akan dirilis pada September mendatang dan disutradarai oleh lima sutradara perempuan yakni Marcella Zalianty, Olga Lydia, Rachel Maryam, Chaty Sharon dan Happy Salma. (FOTO ANTARA/Agus Apriyanto)

Pantau.com – Aktris senior Rima Melati meninggal dunia pada hari ini dalam usia 84 tahun setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Putra Rima Melati, Aditya Tumbuan membagikan kronologi meninggalnya sang ibu.

Sebelum dipindahkan ke RSPAD Gatot Soebroto pada 7 Juni, Rima Melati sudah dirawat di RSPI Bintaro sejak 7 Mei.

Artis senior itu awalnya didiagnosa terkena infeksi yang berasal dari luka bagian punggung, sehingga membuatnya demam tinggi.

“Pertama kali masuk Ibu Rima terkena infeksi dari luka bagian belakang, punggung belakang, infeksi tersebut membuat ibu demam tinggi,” jelasnya.

Saat dibawa ke ICU dan dirawat di sana sekitar dua minggu, barulah diketahui bahwa Rima Melati terkena infeksi lain yang merambat ke paru-paru hingga menjalar ke ginjalnya.

“Parunya mulai kerendam air, harus disedot, dari situ berturut-turut menjalar ke ginjal,” jelas Aditya Tumbuan.

Aditya merasa penyakit di ginjal sang ibunda karena sudah lama dirawat di rumah sakit dan mengonsumsi obat.

“Lama-lama mungkin efeknya ke ginjal. Dan dari situ ibu harus dilakukan cuci darah atau HD (Hemodialisa),” jelasnya.

Akibatnya, Rima Melati harus menjalani cuci darah sebanyak 7 kali.

Aditya mengaku kondisi ibunya sempat stabil, namun kembali turun karena faktor usia. Ia menyebut ibunya ‘berjuang’.

“Selama di RSPAD ini sudah dilakukan 7 kali. Hasilnya memang membuat ibu stabil, tapi kadang memang usia yang membuat ibu itu seperti berjuang. Jadi, stabil tapi kadang-kadang juga drop” jelasnya.

Ia mengaku bersyukur karena dapat berada di sisi ibunya hingga napas terakhir.

“Hari ini, saya menemani ibu sebelum dia mengembuskan napas terakhir, saya berada di sisi ibu,” imbuhnya.

Aditya begitu ikhlas, ia bahkan sempat minta maaf dan berharap yang terbaik untuk ibunda.

“Saya sempat ngobrol. Saya sempat minta maaf. Saya sempat bilang ‘kalau memang sudah tidak kuat atau mama merasa sakit, kita semua sudah ikhlas, kita semua berlapang dada kalau ini yang terbaik buat Mama’,” katanya.

Namun ketika akan pindah ruangan, kondisi Rima Melati tiba-tiba turun. Para tenaga kesehatan mengatakan bahwa Rima Melati terkena gagal jantung.

“Jadi, ketika saya mau pindah, sepertinya ibu drop. Dokter langsung lari, perawat lari, bilang ke saya, ‘ibu gagal jantung’,” kata Aditya Tumbuan.

Aditya mengaku ibunya sempat diberikan pertolongan pertama.

“Akhirnya dilakukan pertolongan pertama. Di situ saya merasa bahwa memang sebaiknya ibu sudah saatnya untuk pergi,” jelasnya.

 

Tim Pantau