Pantau Flash
Pemerintah Izinkan Shalat Idul Adha Digelar di Masjid di Luar Zona Merah dan Oranye
Wapres Sebut MUI Terapkan Moderasi dalam Fatwa Vaksin COVID-19
Pemerintah Anggarkan Rp2 Triliun untuk Bayar Utang ke Guru dan Dosen Agama
36 Pegawai Kedeputian Penindakan KPK Positif COVID-19
Pos Penyekatan di Jembatan Suramadu Resmi Ditiadakan

Makan Pedas saat Menyusui Bisa Sebabkan Anak Diare, Benarkah?

Headline
Makan Pedas saat Menyusui Bisa Sebabkan Anak Diare, Benarkah? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Dokter spesialis anak di RSUD Dr Soetomo Surabaya sekaligus lulusan Universitas Airlangga, Meta Hanindita menampik anggapan yang menyebut makanan pedas yang ibu konsumsi bisa menyebabkan bayi mereka terkena diare.

"Makanan pedas terutama dari cabai itu mengandung senyawa yang bernama capcaisin. Sebetulnya tidak ada hubungan secara langsung kalau ibunya makan pedas, berarti anaknya juga akan merasakan pedas dan jadi diare," ujar di sela peluncuran dan bincang daring Buku "Mommyclopedia 456 ASI dan Menyusui" miliknya.

Baca juga: Payudaranya Diremas Lawan Main, Ini Deretan Fakta Guli Nazha yang Keturunan Uighur

Walau begitu, menurut Meta ada beberapa bayi yang memiliki saluran pencernaan sensitif terhadap senyawa capcaisin, sehingga bisa saja saat ibunya makan hidangan pedas anaknya menjadi diare.

"Tetapi tidak semua. Kalau ingin mencoba makanan pedas, cobain saja dulu. Kalau bayinya baik-baik saja artinya enggak masalah, silahkan dilanjutkan," kata dia.

Kemudian, mengenai pendapat suhu makanan yang dikonsumsi ibu bisa mempengaruhi suhu ASI juga dibantah Meta. Dia mengatakan, berapapun suhu makanan yang ibu konsumsi, ASI yang dia hasilkan tetap dalam suhu tubuh.

"Mengenai suhu makanan, dingin atau suam-suam kuku, yang akan dikeluarkan dari dalam tubuh ASI selalu dalam suhu tubuh. Jadi tidak berefek misalnya ibunya minum es, ASI keluar suhunya dingin dan sebaliknya," tutur Meta.

Baca juga: 5 Rekomendasi Film Romantis untuk Berakhir Pekan di Rumah

Dia mengingatkan, saat ini banyak mitos bertebaran baik itu di media sosial ataupun omongan orang-orang yang terkadang membuat ibu bingung. Agar tak terjebak pada mitos, sebaiknya ibu memperkaya diri dengan informasi dari sumber terpercaya.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: