Pantau Flash
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona
Uji Coba Pengaspalan Lintasan Formula E Monas Dilakukan
SBY Sebut Museum dan Galeri Seni di Pacitan adalah Amanah Ani Yudhoyono
Persija Siapkan Amunisi Terbaik Hadapi Geylang International

Miris! Deretan Penemuan Anak Bangsa yang Tak Dihargai di Negeri Sendiri

Miris! Deretan Penemuan Anak Bangsa yang Tak Dihargai di Negeri Sendiri Penemuan ECVT oleh Warsito Taruno. (Foto: ristek.go.id)

Pantau.com - Banyak sekali manusia di Indonesia ini yang memiliki keterampilan dan pantas disejajarkan dengan ilmuan yang ada di dunia ini. Namun, sayang seribu sayang, mereka seakan terbuang.

Kekuarangan peralatan yang menunjang kinerja mereka, dan kurang pekanya pemerintah untuk mengkomodir menjadi alasan mereka mendua. Dan ternyata benar, mereka pun dihargai setinggi langit di luar negeri dengan temuan yang telah diciptakan.

Siapa saja mereka anak negeri, yang karyanya lebih dihargai di luar negeri?

1. Randall Hartolaksono


Randall Hartolaksono. (Foto: Istimewa)

Hasil karya pria kelahiran Surabaya 16 Maret 43 tahun silam ini menjadi jalan dunia otomotif. Sampah makanan didaur oleh pria bernama Randall Hartolaksono menjadi sebuah penemuan yang mendunia. 

Tamatan University of London, jurusan Teknik Mesin itu, mengubah kulit singkong menjadi sesuatu bernama Hart, bahan anti-api dan anti-panas yang digunakan oleh Ford.

Baca juga: Ini Dia 5 Unsur Kimia Paling Canggih dan Unik di Dunia

2. Dr Khoirul Anwar


Khoirul Anwar. (Foto: Istimewa)

Pria kelahiran Kediri pada tahun 1978 memiliki nama lengkap Eng. Khoirul Anwar. Ia adalah anak bangsa dengan otak encer yang membanggakan di Jepang.

Teknologi broadband yang menjadi cikal bakal lahirnya generasi mobile, 4G LTE adalah cipataannya. Bahkan, hasil karya pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), telah dia patenkan atas namanya sendiri.

3. Ricky Elson


Ricky Elson. (Foto: Istimewa)

Kalian pernah mendengar mobil sport bernama Selo? Ya pria bernama Ricky Nelson pernah membuat format ‘beta,’ ditolak oleh pemerintah Indonesia karena menganggapnya tidak lolos uji emisi serta tidak ramah lingkungan.

Disaat yang sama, pemerintah Malaysia justru mengungkapkan ketertarikan dan dibuat pengembangan lebih lanjut.

Baca juga: 5 Tips Taklukkan HRD Saat Wawancara Kerja, Auto-Diterima

4. Muhammad Nurhuda


Muhammad Nurhuda. (Foto: Istimewa)

Ia seorang dosen Fakultas MIPA di Universitas Brawijaya Malang yang berhasil menciptakan kompor hemat bahan bakar serta ramah lingkungan. Pasalnya, kompor tersebut berbasis biomassa.

Namun di Indonesia sendiri, ciptaannya kalah saing dengan merek luar negeri. Kompor ini justru kebanggaan warga Norwegia. Selain itu, India, Meksiko hingga Benua Afrika penjadi peminat kompor ajaib ini.

5. Warsito P Taruno


Warsito Taruno. (Foto: Istimewa)

Warsito P Taruno menamatkan sekolahnya dari S1 hingga S3 di Jepang. Menjadi dosen di Universitas Indonesia, ia berhasil menciptakan alat yang dicap sangat berguna bagi duia kesehatan.

Namun harapan Warsito pupus ketika pemerintah menolak memberikan izin dalam produksi massal yang akan ia lakukan. Namun, keberuntungannya memang bukan di Indonesia, karena Jepang dengan senang hati membantu pengembangan itu. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Ragam

Berita Terkait: