Pantau Flash
Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Jakarta untuk ke-4 Kalinya
Seluruh Peserta Sidang Tahunan MPR RI Wajib Melakukan Swab Test
Kadisparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia Tutup Usia
Subsidi Bunga KUR 6 Persen Diperpanjang hingga Desember 2020
Kantor Pusat BMKG Lockdown Usai 31 Karyawan Reaktif COVID-19

Nicholas Saputra Sebut Masyarakat NTT Kurang Edukasi Tentang Gizi

Nicholas Saputra Sebut Masyarakat NTT Kurang Edukasi Tentang Gizi Nicholas Saputra. (Foto: pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Aktor Nicholas Saputra sebut masyarakat Pulau Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) kurang edukasi terkait pentingnya kecukupan gizi untuk tubuh. Padahal menurut Nicholas, pulau Alor memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi daerah maju. 

"Kalau saya lihat di beberapa tempat sebenernya sumber dayanya cukup baik, mungkin edukasi orang tuanya kurang, seperti permasalahan kekurangan gizi yang ada di kota itu. Saya rasa akses terhadap makanan atau gizi yang baik itu sebenarnya ada, cuma karena mungkin edukasinya kurang jadi anaknya nggak pegang ya," kata Nicholas di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: 5 Manfaat Minum Susu Menurut Ahli Gizi

Kondisi kurang gizi di pulau Alor itu dilihat langsung oleh Nicholas dengan berkunjung ke kampung-kampung yang ada. Juga berdiskusi dengan petugas kesehatan setempat. 

"Saya pergi ke beberapa Kampung dan satu Puskesmas yang kita kunjungi di Alor. Melihat langsung, berbicara langsung dengan ada satu ahli gizi di Puskesmas tersebut yang memberikan data-data, bercerita tentang pengalaman yang pergi ke kampung-kampung," cerita pemain Film 'Aruna dan Lidah' itu. 

Empat hari berada di pulau Alor dalam kegiatan 'Berbagi Harapan dengan Aksi' bersama Cadbury, Nicholas mengatakan daerah tersebut sebenarnya memiliki destinasi yang indah. 

Baca juga: Duh, Vienny JKT48 Mau Jadi Apapun Asal dengan Nicholas Saputra

"Ini adalah suatu kawasan yang sangat indah yang sangat memiliki potensi pariwisata yang baik karena budayanya luar biasa, alamnya juga luar biasa. Tapi di saat yang bersamaan terlihat sekali ada potensi bahaya itu," ucapnya.

"Kita ngomongin 5 tahun lagi, 10 tahun lagi bagaimana masyarakat disana bisa siap untuk untuk mengembangkan daerahnya, untuk membuat lebih sejahtera untuk daerahnya. Karena potensi yang besar sekali jadi sebuah kontras yang menarik itu. Sebenarnya kita bicarakan untuk berbuat sesuatu," tuturnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: