Pantau Flash
Bappenas Sebut Ekonomi Indonesia 2021 Tergantung Donald Trump
Dua dari Tiga Pasien yang Dirawat RSHS Bandung Dinyatakan Negatif Korona
Menlu Retno Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Dewan HAM PBB
Omnibus Law Diklaim Kurangi Tumpang Tindih Aturan di Sektor Pertambangan
BNPB: Tsunami Dapat Dicegah dengan Vegetasi

Nostalgia Bikin Baper, Ini 5 Gaya Pacaran Anak Sekolah Tahun 90-an

Nostalgia Bikin Baper, Ini 5 Gaya Pacaran Anak Sekolah Tahun 90-an Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Bagi yang lahir di tahun 80-an, jika mengenang masa-masa puber saat pacaran zaman SMP atau SMA pastinya akan senyum-senyum sendiri. Meski bagi anak zaman sekarang mungkin akan terlihat norak dan jadul, tapi bagi generasi millenials awal (80s) mengingat momen itu sangatlah indah.

Baca juga: Panggilan Mesra untuk Teman Sekantor Picu Terjadinya Perselingkuhan

Nah, bagi kamu para millenials awal yang masih ingat atau ingin bernostalgia masa-masa pacaran saat zaman sekolah dulu, simak ulasannya berikut ini, dijamin bikin baper.

1. Kirim salam

Mungkin di zaman sekarang jurus awal kenalan sama gebetan dengan mengirim salam ini masih dipakai. Tapi ada perbedaan tentunya dalam cara menyampaikannya. Pada tahun 90-an, biasanya kirim salam untuk gebetan itu melalui teman dekat si target atau lewat radio yang pada zamannya begitu hits.

Kirim salam lewat radio biasanya dilakukan dengan membeli secarik atensi yang ditulis tangan, lalu merangkai kata untuk mengungkapkan perasaan kepada pujaan hati, meski ujung-ujungnya tak berani nyebut nama hanya inisial aja. Norak sih tapi itu indah banget dan gak bakal keulang lagi. Belum lagi ditambah request lagu romantis yang dipersembahkan untuk si doi.

2. Janjian di suatu tempat untuk sekedar ngobrol atau PDKT

Zaman dulu masih sangat jarang anak sekolah yang memiliki handphone, atau bisa dikatakan malah tak ada sama sekali. Ketika ingin melakukan pendekatan kepada pujaan hati, maka biasanya meminta mak comblang (biasanya teman dekat si target) untuk membuat janjian ketemuan untuk sekedar ngobrol.

Nah, uniknya lokasi pertemuannya itu biasanya bukan di cafe atau mall, tapi dibawah pohon, jembatan, atau lokasi-lokasi ikonik lainnya. Jangan dipikir tahap ini mudah, justru untuk sekedar janjian ketemu ngobrol berdua saja itu sulit sekali.

3. Kirim surat 

Zaman dulu tak ada sms, bbm apalagi WhatsApp, salah satu cara berkomunikasi jarak jauh adalah melalui surat. Tapi uniknya, saat mengirim surat tidak menggunakan jasa Pos, tetapi seperti biasa lewat sohibnya si doi, atau bisa juga disimpan di kolong meja sekolah tempat duduknya.

Nah isi suratnya biasanya menceritakan asal mula menyukai si pujaan hati, memujinya, dan kata-kata gombal standart lainnya. Tapi yang paling khas adalah di akhir surat selalu ditulis tambahan pantun yang meminta agar si dia membalas suratnya.

4. Pacaran malam minggu

Anak zaman sekarang mungkin sudah tak mengenal waktu untuk berpacaran, setiap hari pun bisa. Tapi zaman dulu, pacaran yang benar-benar harus berdandan itu ya setiap malam minggu.

Bagi yang sekolah di perkotaan mungkin pada malam minggu bisa mengajak pacarnya makan di cafe atau nonton. Tapi bagi yang di kampung, paling hanya mengobrol di teras rumahnya, atau jalan-jalan ke pasar malam, romantis bukan?

Baca juga: Gara-gara Hal Ini, Milenials di AS Derita Penyakit Kekosongan Hati

5. Pulang sekolah bareng

Di zaman itu gampang saja untuk mengetahui seseorang sudah pacaran atau belum, jika saat pulang sekolah mereka pulang bareng maka 99 persen itu sudah pacaran. Semakin jauh perjalanan pulang maka semakin mengasyikan karena bisa bersama lebih lama, maklum pacaran hanya bisa malam minggu saja.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: