Pantau Flash
Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Mahasiswa IPB Jadi Petani Modern
Polri: Pemilik Zat Radioaktif Ilegal yang Gemparkan Tangsel Pegawai BATAN
Ada Fenomena CENS dari Laut China Selatan dalam Banjir Jakarta
Marquez Akui Sempat Kesulitan dengan Motor Baru Honda
Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp13.887 per Dolar AS

Peneliti Buktikan Sperma yang Bermasalah Bisa Jadi Penyebab Anak Autis

Headline
Peneliti Buktikan Sperma yang Bermasalah Bisa Jadi Penyebab Anak Autis Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Belum ada pembuktian bahwa autisme bisa disebabkan faktor genetik dan lingkungan. Salah satu penyumbang genetik khususnya dalam beberapa tahun terakhir telah membangkitkan minat para ilmuwan yang mempelajari autisme yakni terkait mutasi DNA yang berasal dari sperma.

Penelitian telah mengaitkan risiko autisme dengan mutasi de novo atau perubahan DNA yang muncul secara spontan pada sperma ketika sel germline berkembang, atau dalam embrio setelah pembuahan.

Para peneliti memperkirakan bahwa mutasi seperti itu mungkin menjadi penyebab dari 10-30 persen dari kasus autisme, dan bahwa semakin tua seorang ayah pada saat pembuahan, semakin tinggi kemungkinan spermanya akan menghasilkan mutasi de novo yang dapat mengakibatkan pada autisme. 

Baca juga: 3 Cara Terapi untuk Anak Terdiagnosa Autis

Melansir dari Time, dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di Nature Medicine, para peneliti yang dipimpin oleh sebuah tim di University of California, San Diego (UCSD) mencari apakah mereka dapat mencocokkan mutasi genetik penyebab penyakit tertentu dalam DNA anak-anak dengan autisme dengan mutasi yang sama. 

Tim menganalisis DNA dari delapan pasangan ayah dan anak. Pada anak-anak, mereka mencari tanda-tanda yang disebut mosaikisme, yang merupakan perbedaan genetik bahkan di antara sel-sel dari orang yang sama.

Setiap kali sel membelah, prosesnya dapat menghasilkan mutasi, atau kesalahan genetik — beberapa bisa berbahaya (misalnya, beberapa dapat menyebabkan kanker), tetapi sebagian besar bukan karena mereka terjadi di luar gen penting.

Baca juga: Penting! Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui Masyarakat Tentang Autisme

Para peneliti kemudian mencocokkan perubahan yang ditemukan pada anak-anak dengan yang ditemukan pada sperma ayah mereka. Itu menegaskan bahwa mutasi de novo memang memainkan beberapa peran dalam terjadinya autisme.

Para peneliti juga menentukan berapa persen sperma yang diproduksi oleh ayah mengandung mutasi de novo ini. Pengetahuan ini, kata penulis penelitian, dapat berpotensi mengarah pada tes yang dapat membantu ayah anak-anak dengan autisme untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan mereka memiliki anak lain yang terpengaruh oleh kondisi tersebut.

Akhirnya, tes genetik juga bisa memberi tahu calon orang tua jika mereka berisiko lebih tinggi untuk memiliki anak autis. Teknologi sekuensing DNA yang digunakan pada dasarnya sama dengan yang digunakan untuk sekuensing genom keseluruhan, dan harga untuk itu terus menurun, jadi ini tidak akan menjadi alat yang sangat mahal.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ragam

Berita Terkait: