Pantau Flash
Greysia/Apriyani Raih Gelar Juara Thailand Open 2021
Semeru Berstatus Waspada, Warga Diimbau Tak Beraktivitas Radius 1 Km
Jelang MotoGP Mandalika, Sandiaga Pastikan Homestay di Desa Wisata Gerupuk Siap
Bamsoet Ajak Pemerintah dan Masyarakat Bahu Membahu Atasi Bencana Alam
Keok di Partai Puncak, Praveen/Melati Jadi Runner Up Thailand Open 2021

Penelitian Bantah Kecenderungan Seksual Diakibatkan Gen Gay

Penelitian Bantah Kecenderungan Seksual Diakibatkan Gen Gay Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Seseorang yang mengalami orientasi seksual menyukai sesama lelaki atau gay bukan dipengaruhi oleh adanya kelainan genetik. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Science Magazine mengungkapkan alasannya. 

Penelitian dilakukan untuk membantah gagasan tentang adanya 'gen gay' yang disebut-sebut sebagai gen yang dapat menentukan orientasi seksual seorang menjadi gay.

Penelitian itu menegaskan orientasi seksual seseorang tak bisa diprediksi melalui satu jenis gen, melainkan dipengaruhi oleh banyak faktor genetik dan juga lingkungan.

Baca juga: Studi di AS: Banyak Jalan Kaki Bisa Buat Perempuan Hidup Lebih Lama

Penelitian dilakukan melakukan survei yang melibatkan 477.522 peserta dari Inggris dan AS. Sebagai ujian perbandingan, peneliti juga melibatkan 15.142 orang di AS dan Swedia. 

"Terdapat sekitar 2 hingga 10 persen orang yang melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis, secara eksklusif maupun sebagai tambahan dari hubungan seks dengan lawan jenis," kata peneliti seperti yang dilansir dari CNN.

Hasil survei menunjukkan terdapat ratusan gen yang memiliki pengaruh pada seksualitas. Namun meski faktor-faktor genetik tersebut dikombinasikan, faktor genetik hanya menyumbang 8-25 persen. Dianggap cukup kecil sebagai 'penyumbang' orientasi seksual sesama jenis.

Meski begitu, Profesor Greg Neely dari University of Sydney mengatakan bahwa studi ini memiliki kelemahan. "Kelemahan utamanya karena penelitian ini didasarkan pada data orang berusia 40 hingga 70 tahun di Inggris. Sehingga para pelaku seksual di era yang lebih muda menjadi kurang terwakilkan," katanya. 

Baca juga: Potret LGBT Indonesia Mengekspresikan Diri di Australia

Walau begitu, penelitian ini tetap menekankan bahwa gen tak dapat dijadikan patokan untuk memprediksi apakah seseorang akan menjadi gay atau tidak.

Seorang Penulis studi dan peneliti genetika di University of Queensland Brendan Zietsch mengatakan orientasi seksual bisa dipengaruhi oleh banyak gen, tapi tidak ditentukan oleh satu gen.

Faktor non genetik yang dimaksud ialah faktor lingkungan. "Karena prevalensi partisipan dengan perilaku seksual sesama jenis dilaporkan berubah dari waktu ke waktu, kemungkinan lingkungan sosial juga memiliki pengaruh besar," ucapnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: