Pantau Flash
Menko Luhut: Sudah Ada 30 Investor yang Berminat Garap Proyek Ibu Kota Baru
Kerusuhan Agama di India: 20 Orang Tewas hingga Masjid Dibakar Massa
Polisi Nyatakan Sertifikat Deposito Sunda Empire di Bank Swiss Palsu
OJK Kaji Ulang Produk Investasi di Bank Antisipasi Kasus Semacam Jiwasraya
Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa Magnitudo 6,7

Penelitian di Taiwan Temukan Polusi Udara Bisa Akibatkan Sakit Mata

Penelitian di Taiwan Temukan Polusi Udara Bisa Akibatkan Sakit Mata Polusi udara. (Foto: Getty Images via WHO)

Pantau.com - Telah jadi rahasia umum bahwa polusi udara membahayakan bagi kesehatan tubuh. Apalagi paparan dari asap kendaraan bermotor dikaitkan bisa berisiko tinggi penyebab sakit kanker paru-paru, infeksi pernapasan, stroke dan penyakit jantung. 

Namun bukan hanya penyakit di atas, sebuah penelitian baru menambahkan risiko lain yang berhubungan dengan polusi yaitu penyakit mata.

Penelitian dilakukan oleh pusat miopia dan penyakit mata di China Medical University di Taiwan. Salah satu peneliti Suh-Hang Hank Juo bersama rekan-rekannya mendokumentasikan paparan dua polutan udara umum, nitrogen dioksida (NO2) dan karbon monoksida (CO). 

Baca juga: Polusi Udara Bisa Jadi Faktor Penyebab Gangguan Kesehatan Mental

Hasil penelitian disebutkan dua paparan polutan udara itu berisiko yang lebih tinggi menyebabkan sakit degenerasi makula. Di mana sel-sel yang rusak di retina menyebabkan penglihatan sentral buram dan, dalam beberapa kasus, akhirnya kehilangan penglihatan di satu atau kedua mata.

Melansir dari time, penelitian itu dipublikasikan di BMJ Journal of Investigative Medicine. Para peneliti menganalisis data kualitas udara dan asuransi kesehatan yang melibatkan hampir 40 ribu orang di atas 50 tahun yang tinggal di daerah perkotaan di Taiwan. 

Mereka membagi orang ke dalam empat kategori paparan polutan. Hasilnya mereka yang tinggal di daerah dengan konsentrasi NO2 dan CO tertinggi juga memiliki tingkat tertinggi degenerasi makula terkait usia.

Mereka yang terpapar pada tingkat tertinggi NO2 hampir 200% lebih berpotensi tinggi terserang penyakit tersebut. Sementara mereka yang terpapar dengan konsentrasi CO tertinggi meningkatkan risiko mereka sebesar 84% dibandingkan dengan mereka yang terpapar pada tingkat polutan terendah. Orang yang terpapar pada tingkat sedang dari dua polutan tidak menunjukkan risiko yang secara signifikan lebih tinggi.

"Saya agak terkejut bahwa hanya tingkat paparan tertinggi yang menunjukkan risiko. Tapi apa yang tampaknya menunjukkan adalah bahwa jika eksposur melampaui ambang tertentu, risikonya mulai muncul. Jadi di bawah ambang itu, mungkin kita baik-baik saja," kata Juo.

Baca juga: Intip Nih, Cara Rawat Kulit dari Paparan Polusi Udara

Sebelum penelitian ini, tidak ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa polusi udara dapat meningkatkan risiko gangguan mata. 

"Alasan mengapa saya fokus pada degenerasi makula daripada katarak atau glaukoma adalah karena secara fisiologis dan biologis, (makula) adalah bagian mata yang paling rentan," jelasnya. 

"Kami tahu dua polutan udara ini (NO2 dan CO) dapat merusak sel dengan menciptakan molekul reaktif atau radikal bebas. Dan begitu saraf di mata atau otak rusak, mereka tidak bisa beregenerasi," tambah Juo.

Dalam studi saat ini, Juo dan rekan-rekannya mengukur paparan polutan orang secara luas dengan mendokumentasikan tingkat NO2 dan CO di wilayah tempat mereka tinggal. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ragam

Berita Terkait: