Pantau Flash
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
PSBB Masa Transisi, Gojek: Driver Dapat Layani Penumpang 8 Juni
Rapimnas Gerindra Minta Prabowo Kembali Pimpin Partai
Akibat COVID-19, BKPM Akan Revisi Target Realisasi Investasi
BMKG Prediksi Banjir Rob di Cirebon Terjadi hingga 6 Juni

Penelitian: Kecanduan Smartphone Berdampak Buruk Bagi Masa Depan Anak

Penelitian: Kecanduan Smartphone Berdampak Buruk Bagi Masa Depan Anak Penggunaan Smartphone pada Anak. (Foto: iStock)

Pantau.com - Penelitian dari University of Nebraska, Lincoln menemukan, dengan meningkatnya penggunaan smartphone di kalangan anak muda terutama pelajar akan berpengaruh langsung terhadap seberapa sukses ketika mereka dewasa kelak.

Para peneliti mengambil sampel dengan melibatkan mahasiswa, mereka yang rata-rata memeriksa ponsel 11 kali dalam satu sesi mata kuliah, lebih dari 80 persen percaya bahwa obsesi terhadap teknologi ini mengganggu proses belajar mereka.

Seperempat dari mahasiswa di lima negara bagian AS menyatakan bahwa mereka disalahkan atas nilai buruk akibat penggunaan smartphone pada saat seharusnya mereka berkonsentrasi belajar.

Baca Juga: Pecandu Internet Lebih Rentan Terserang Depresi, Ini Alasannya

Dan nilai belajar yang mereka dapat tersebut akan berkaitan langsung dengan pekerjaan yang mereka jalani di masa depan, seperti dilansir laman Daily Mail.

Barney McCoy, seorang professor di universitas tersebut, melakukan survey terhadap 777 mahasiswa di enam universitas untuk mengetahui bagaimana mereka menggunakan perangkat digital di dalam kelas.

Para mahasiswa tersebut berasal dari UNL dan University of Nebrasca di Omaha, Nebraska, kemudian dari Morningside College di Iowa, University of North Carolina, University of Kansas, dan University of Mississippi.

Sekitar dua pertiga menyatakan bahwa mereka menggunakan ponsel, tablet, dan laptop lebih dari sepuluh kali untuk tujuan di luar materi pelajaran, selama satu hari di kampus, sementara 15 persen lainnya mengaku melakukannya hampir 30 kali.

Di antara alasan utama mereka memeriksa perangkat mobile secara teratur tersebut, 55 persen mahasiswa mengaku melakukan itu karena dapat terhubung dengan orang lain diluar kampus dan untuk mengatasi kebosanan mereka saat di kelas.

Kurang dari setengahnya menyatakan penggunaan perangkat tersebut karena untuk keperluan tugas di kelas.

Dua pertiga menggunakan jejaring sosial, 38 persen berselancar di dunia maya dan delapan persen mengaku bermain game ketika seharusnya mereka belajar.

Meskipun delapan dari sepuluh siswa mengakui bahwa perangkat tersebut mengganggu, kurang dari lima persen menganggapnya sebagai suatu selingan.

Baca Juga: 5 Tips Hemat Anggaran Internet Saat Liburan ke Luar Negeri

"Saya rasa mahasiswa tidak menganggapnya sebagai suatu permasalahan," kata McCoy. "Mereka menganggap perangkat tersebut sebagai bagian dari hidup mereka".

"Mereka mungkin membuka laptop, tapi tidak selalu mencatat pelajaran. Beberapa mungkin memiliki dua program yang sedang dibuka, Media Sosial dan catatan pelajaran," sambung McCoy.

Dengan temuan tersebut peneliti menyarankan kepada semua mahasiswa untuk bisa membagi waktu antara pelajaran dan bermain gawai, hal itu bertujuan agar mereka bisa lebih fokus dalam menyerap pelajaran yang selanjutnya bisa mereka terapkan dalam dunia pekerjaan di masa mendatang.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: