Pantau Flash
KPK Tetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Tersangka
Covid-19 RI 16 Oktober: Kasus Positif Naik 997 dengan Pasien Sembuh 1.525
Buntut Kabur Karantina, Polda Metro Jaya Bakal Periksa Rachel Vennya 21 Oktober
Polda Metro Gerebek Holywings Tebet, Ada Ratusan Orang Masih Berkerumun
Jokowi Ogah Manjakan BUMN Sakit: Terlalu Sering Dapat Proteksi, Maaf Enak Sekali

Penelitian Ungkap Seseorang Tidak Benar-benar Dewasa hingga Usia 30 Tahun

Penelitian Ungkap Seseorang Tidak Benar-benar Dewasa hingga Usia 30 Tahun Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Usia 17 tahun kerap dipandang sebagai masa transisi dari remaja menuju dewasa. Namun penelitian dari Universitas Cambridge menyebutkan bahwa meski telah lewat usia 17 tahun seseorang belum tentu menjadi dewasa.  

“Apa yang sebenarnya kami katakan adalah soal definisi tentang kapan kita berpindah dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang terlihat semakin absurd,” kata Profesor Peter Jones dari Universitas Cambridge melansir dari her.ie, Jumat (23/8/2019).

Menurut Jones transisi itu justru terjadi ketika seseorang telah melewati hidupnya pada fase dekade ketiga. "Ini transisi yang jauh lebih bernuansa yang berlangsung selama tiga dekade. Saya kira berbagai sistem seperti sistem pendidikan, sistem kesehatan dan sistem hukum membuatnya nyaman untuk diri mereka sendiri dengan memiliki definisi," ucapnya.

Baca juga: Cara Bernafas si Kecil saat Tidur Bisa Picu 'Ngorok' Ketika Dewasa

Hal itu kemudian dikaitkan bahwa kebanyakan perempuan menjadi seorang ibu pada usia 33 tahun.

Menurut penelitian baru oleh ahli bedah plastik Harley Street di London, seseorang mulai berubah menjadi sosok ibu di usia tiga puluhan.

Seseorang juga cenderung mulai mengadopsi selera dan sikap yang sama seperti ibunya sendiri dalam beberapa tahun awal setelah memiliki anak pertama.

Studi itu juga menyebutkan, lebih dari 50 persen wanita yang disurvei mengakui bahwa mereka berhenti memberontak terhadap ibu mereka di awal usia tiga puluhan.

"Semua berubah menjadi orangtua kita di beberapa titik dalam kehidupan kita, dan itu adalah sesuatu yang harus dirayakan. Menjadi orangtua adalah pemicu utama dan faktor gaya hidup juga berperan penting," ucap peneliti.

Baca juga: Duh, Terlalu Lama Menyetir Bisa Membuat Otak 'Lemot'

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: