Pantau Flash
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020
Sisa Laga Kualifikasi PD 2022 Zona Asia Akan Dilanjutkan Oktober-November

Penonton Korea Terkesan dengan Film 'Bali: Beats of Paradise'

Penonton Korea Terkesan dengan Film 'Bali: Beats of Paradise' Livi Zheng. (Foto: Antara/Maria Cicilia Galuh)

Pantau.com - Film 'Bali: Beats of Paradise' yang disutradarai Live Zheng tayang di teater dengan layar terbesar di dunia menurut Gueness World Records, Super Plex G, Seoul, Korea Selatan pada Minggu 31 Maret 2019.

Baca juga: Diajak Nonton 'Bali: Beats of Paradise', Khofifah Puji Livi Zheng

Super Plex G di Lotte World Mall, menghadirkan teater yang dapat menanmpung 622 orang, dengan layar selebar 34 meter dan panjang 13.8 meter.

Sebelumnya, trailer film itu tayang di Seoul Sky, bangunan tertinggi di Korsel, demikian menurut Pensosbud KBRI Seoul Purno Widodo.

Penayangan film yang digarap di Amerika Serikat dan Bali itu mendapat sambutan baik dari penonton. Di antara yang hadir menyaksikan yakni sejumlah duta besar, pejabat pemerintah Korsel dan CEO perusahaan di Negeri Ginseng itu.

Livi Zheng menjelaskan film garapannya itu bercerita tentang perjalanan sepasang seniman dari Bali yang bermimpi memeperkenalkan gamelan ke dunia internasional.

Sejumlah musisi terkenal terlibat dalam pembuatannya, yakni Judith Hill, penyanyi dan juga pencipta lagu asal california dan I Wayan Balawan, gitaris jazz Indonesia dari Bali yang terkenal dengan touch tapping style-nya.

"Saya semakin terinspirasi dan mendalami gamelan saat menyutradarai film ini. Saya akan terus mengangkat kebudyaan dan seni Indonesia di panggung dunia," ujar Livi.

Baca juga: Menpora Tantang Livi Zheng Angkat Pencak Silat ke Layar Lebar

Film yang rencannya tayang di Indonesia pada Juli itu, turut diproduseri oleh Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi dan bankir Julia Gouw.

"Saya beruntung bertemu dengan sutradara Livi Zheng dan bankir Indonesia di Amerika Julia Gouw yang punya hasrat sama yaitu mempromosikan gamelan. Itulah awal terciptanya film ini. Saya ingin gamelan semakin dikenal di mancanegara dan terus diajarkan dan diwariskan ke generasi muda kita," ujar Umar.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: