Pantau Flash
2.326 Warga Sumsel Positif COVID-19 Dinyatakan Sembuh, Rasio 62,97 Persen
Ratu Tisha Banting Setir Jadi Komut Perusahaan Usai Lepas dari Sekjen PSSI
Ridwan Kamil Resmi Daftar Jadi Relawan Vaksin COVID-19 Asal China
Presiden Jokowi Teken PP Pengalihan Status Pegawai KPK Jadi ASN
BPKN: Nilai Kepastian Hukum Konsumen Pengaruhi Angka PDB

Pernikahan yang Bahagia Memengaruhi Kesehatan Jantung

Pernikahan yang Bahagia Memengaruhi Kesehatan Jantung Ilustrasi Pernikahan Bahagia. (Foto: iStock)

Pantau.com - Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang bahagia dalam pernikahannya dan kemudian melakukan operasi pada jantung akan menemukan kondisi jantung mereka lebih sehat ketimbang mereka yang tidak menikah.

Para peneliti dari Universitas Rochester di AS menemukan bahwa 83 persen dari wanita yang menikah dan bahagia lalu kemudian melakukan operasi bypass jantung akan bertahan hidup selama 15 tahun.

Baca Juga: Pernikahan dan Perceraian Dapat Pengaruhi Berat Badan, Masa Sih?

Sementara wanita yang pernikahannya tak bahagia hanya sekitar 27 persen untuk pria yang bertahan dan 28 persen untuk wanita yang sama sekali tidak menikah.

Bagi para suami yang bahagia, tingkat kebertahananya kondisi tersebut juga berkisar 83 persen, tetapi meski mereka yang tidak puas dengan pernikahannya memiliki sekitar 60 persen kesempatan untuk bertahan dibandingkan dengan hanya 36 persen dari mereka yang tidak bahagia.

Prof.Kathleen King, yang memimpin penelitian itu, mengatakan bahwa memiliki sosok suami dan istri yang saling mendukung akan mendorong orang untuk menerapkan gaya hidup sehat.

"Memiliki pernikahan yang sehat juga mendorong pasien untuk turut menjaga diri setelah melakukan operasi karena mereka memiliki alasan untuk hidup dan melayani pasangan," ujarnya.

Baca Juga: Pernikahan yang Tidak Harmonis Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Sementara itu profesor Harry Reis, yang menjadi rekan penyusun penelitian dalam jurnal Psikologi kesehatan mengatakan pernikahan yang bahagia sangat penting untuk pertahanan diri setelah melakukan operasi bypass jantung.

Penelitian sebelumnya juga menunjukan bahwa orang dengan konflik yang minim dalam pernikahannya memiliki tingkat yang rendah terkena peradangan jantung.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: