Pantau Flash
Erick Thohir Gandeng IFC, Direksi BUMN Nggak Bisa 'Nakal' Soal GCG
Bima Arya Tegaskan Bus Bantuan di Stasiun Bogor Hanya Sementara
China Keluarkan Aturan Baru, Asian Beach Games Terancam Mundur
Survei Elektabilitas Parpol: PDIP Teratas, PSI dan Nasdem Alami Kenaikan
Polisi Periksa 20 Saksi Terkait Tewasnya Editor Metro TV

Punya Hubungan Baik dengan Keluarga Bisa Turunkan Resiko Depresi Lho!

Punya Hubungan Baik dengan Keluarga Bisa Turunkan Resiko Depresi Lho! Ilustrasi keluarga (Foto: pixabay)

Pantau.com - Keluarga menjadi orang-orang yang paling dekat dengan diri kita sejak masih kecil. Memiliki hubungan yang baik dengan keluarga sejak kecil sangat direkomendasikan karena dapat membantu menurunkan risiko mengembangkan depresi saat dewasa. 

Penelitian terbaru dilakukan oleh sekelompok sosiolog di North Carolina University terhadap lebih dari 18.000 orang.  Survei yang diterbitkan dalam jurnal Jama Pediatrics itu memeriksa data pada orang berusia 12 hingga 42 tahun menggunakan data dari Studi Longitudinal Nasional Remaja untuk Kesehatan Dewasa.

Kesehatan mental peserta dilacak pada skala psikologis 20-bagian dan meminta peserta untuk menilai seberapa sering mengalami gejala yang berkaitan dengan depresi, seperti rendahnya harga diri dan perasaan putus asa.

Baca juga: Remaja Rentan Depresi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Mereka yang mengambil bagian kemudian diberi skor mulai dari nol hingga 60, skor yang lebih tinggi menunjukkan tingkat depresi yang lebih parah. Kualitas hubungan keluarga peserta dianalisis melalui pertanyaan yang dirancang untuk mengukur tingkat kohesi dan konflik antara orang tua dan anak-anak. 

Ini melibatkan menjawab pertanyaan yang memantau seberapa banyak perhatian diberikan kepada anak-anak, jumlah kesenangan yang mereka miliki dengan orang tua dan seberapa besar mereka merasa dipahami dalam keluarga.

Responden dianalisis dalam empat sesi tindak lanjut yang melacak bagaimana kesehatan mental dan hubungan keluarga mereka berubah seiring waktu.

Baca juga: Pecandu Internet Lebih Rentan Terserang Depresi, Ini Alasannya

Studi ini menyimpulkan bahwa secara keseluruhan, orang dengan tingkat konflik keluarga yang rendah dan hubungan akrab yang positif mengalami lebih sedikit gejala depresi.

“Temuan kami tampaknya memberikan pemahaman baru tentang hubungan jangka panjang antara hubungan keluarga awal dan perkembangan depresi seumur hidup," kata Penulis utama Dr Ping Chen dari North Carolina University seperti dilansir dari Independent. 

“Sumber-sumber dukungan sosial dan emosional dalam kehidupan keluarga awal ini kemungkinan mendorong pengembangan keterampilan untuk mengatasi stres yang berubah dan kumulatif, mempromosikan kesehatan mental sepanjang masa kehidupan dari remaja awal hingga usia setengah baya dan membantu mencegah hasil negatif dan kematian dini akibat bunuh diri, alkohol, atau narkoba di usia paruh baya," paparnya. 

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: