Pantau Flash
4,99 Juta Warga Telah Terima BLT Dana Desa
Polda Metro Tangkap Tersangka Penyebar Video Asusila Mirip Syahrini
Menristek Sebut Pembuatan Vaksin COVID-19 Masih Tahap Awal
Gantikan Helmy Yahya, Iman Brotoseno Resmi Dilantik Sebagai Dirut TVRI
Menuju 'New Normal', Magelang Akan Perketat Protokol Kesehatan

Santap Makanan Protein Tinggi Lebih Baik Ketimbang Karbohidrat

Santap Makanan Protein Tinggi Lebih Baik Ketimbang Karbohidrat Ilustrasi sarapan. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sarapan sehat penting untuk menjaga kondisi tubuh serta suasana hati sepanjang hari dan sebaiknya disegerakan setelah bangun tidur.

Menurut dokter Hamid Jan, pakar nutrisi, batas waktu ideal untuk sarapan adalah dalam kurun dua jam setelah bangun tidur. Ini berlaku bukan cuma untuk anak-anak, tapi juga orang dewasa.

"Setelah dua jam, gula darah dalam tubuh akan menurun sehingga muncul rasa lesu, lapar dan mengantuk," jelas Hamid di media briefing Wellness Tour 2019, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.

Baca juga: Inilah Alasan Kenapa Kita Harus Sarapan Tepat Waktu

Menyantap sarapan sehat setiap pagi bagi orang dewasa dapat membuat aktivitas mereka lebih produktif sepanjang hari.

Anak-anak sekolah yang mengonsumsi sarapan sehat juga bisa fokus saat berada di dalam kelas. Sebagian besar masyarakat Indonesia lebih banyak menyantap nasi yang mengandung karbohidrat dalam setiap jam makan.

Namun Hamid mengingatkan untuk menjaga agar porsi nasi sepadan dengan asupan protein yang masuk ke tubuh, misalnya ikan, telur, ayam hingga tempe.

Baca juga: 5 Menu Sarapan Untuk Kamu yang Membutuhkan Banyak Energi

Memperbanyak protein akan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat. Ketika seseorang menyantap karbohidrat, seperti nasi, tubuh akan merasa cepat kenyang, tapi juga cepat lapar.

"Protein dicerna di perut dalam waktu lama. Ada syaraf di otak yang berhubungan dengan perut, ketika perut penuh nutrisi, syaraf mengirim sinyak ke otak yang 'mematikan saklar' lapar," kata Hamid.

Ketika perut kosong, tubuh akan mengirim sinyal ke otak yang dimengerti sebagai rasa lapar.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Rifeni

Berita Terkait: