Pantau Flash
WADA Menyetujui Reformasi untuk Meningkatkan Representasi Atlet
Seorang Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pemukulan Perwira Polisi, Kemungkinan Bakal Ada Tersangka Tambahan
Kemenkes Perkirakan OTG dan Terkonfirmasi COVID-19 Capai 16 Juta Orang
Dinilai Berjasa Percepatan Vaksinasi Covid-19 dan Penurunan Tarif PCR, Menkes Budi Raih Penghargaan 'People Of The Year 2021'
Kominfo Imbau Waspada Hoaks COVID-19

Sebelum Ada Cabai, Seperti Apa Rupa Sambal Zaman Dulu?

Sebelum Ada Cabai, Seperti Apa Rupa Sambal Zaman Dulu? Sambal. (Foto: Nyonya Cooking)

Pantau.com - Cabai sudah menjadi bumbu wajib untuk sebagian besar masakan di Indonesia, salah satunya adalah sambal yang menjadi pelengkap hidangan.

Dikutip dari buku "Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia" karangan Fadly Rahman, genus cabai dari Amerika Selatan dibawa ke Tanah Air pada abad ke-16 oleh orang Spanyol dan Portugis.

Baca Juga: 5 Makanan Terbaik Untuk Penambah Stamina Pria

Lantas, seperti apa sambal di Indonesia sebelum cabai dibawa oleh para pedagang asing masa lampau?

Ilustrasi Sambal Nusantara. (Foto: Tastemade)


Pada abad ke-10, dari cabya/ cabe jawa (Piper retrofractum) yang buah keringnya dipakai sebagai rempah pemedas. 

Namun, sebenarnya sambal juga tidak melulu harus pedas. Sambal pun berkaitan dengan sajian berbagai ragam sayuran bernama pecel. Pada hidangan ini bahan sambal yang paling mungkin dipakai adalah kacang.

Baca Juga: Cobain Deh, Konsumsi 5 Makanan Ini Bisa Bikin Kamu Terlihat Awet Muda

Baru pada abad ke-17 masehi, sambal lebih identik dengan sensasi pedas karena dibuat dengan cabai dari Amerika Selatan. 

Dia menduga, bila cabai dari Amerika Selatan belum terbudidayakan pada masa sebelum abad ke-16 masehi, bisa jadi bahan pemedas lain masih terpaku pada jahe yang punya sifat pedas serta hangat akibat efek gingerin.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - ANU