Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Sering Ditolak Label, Fiersa Besari Semakin Sadar Musik Kebutuhan Jiwa

Sering Ditolak Label, Fiersa Besari Semakin Sadar Musik Kebutuhan Jiwa Fiersa Besari usai tampil di Synchronize Fest 2018 (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Musisi Fiersa Besari mengaku sering ditolak sepanjang perjalanan kariernya sebagai pemusik dan penulis.

"Saya orang yang biasa ditolak, demo ditolak. Saya jadi terbiasa," kata Fiersa, saat ditemui di Road to Soundrenaline di Grand City Convention and Exhibition di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Fiersa Besari Rasakan Ada Pertukaran Energi Tiap Manggung

Fiersa mulai tampil di panggung musik pada 2012. Saat itu, dia juga mengirimkan demo musik ke berbagai label rekaman dan hampir selalu berujung dengan penolakan.

Begitu juga dengan nasib tulisan-tulisannya, belum ada penerbit yang tertarik mempublikasikan karya Fiersa Besari.

Sering ditolak tidak lantas menjadikan Fiersa patah semangat, justru ia semakin bijaksana. Cara pandang Fiersa tentang panggung, musik, dan musisi pun berubah seiring dengan penolakan-penolakan yang didapatnya.

Semakin sering ditolak, Fiersa menyadari bukan popularitas yang dia cari dalam bermusik, melainkan kebutuhan batin.

"Tadinya main musik untuk jadi terkenal. Tapi, setelah ditolak, sebenarnya bermusik untuk kebutuhan jiwa," kata Fiersa.

Baca juga: Ada Kolaborasi Musisi Lintas Generasi untuk Ost Film 'Bumi Manusia'

Sekarang, menjadi terkenal karena bermusik bagi Fiersa merupakan bonus. Sambil bercanda, Fiersa mengingat para penerbit yang dulu menolak buku-bukunya.

"Sekarang mengontak lagi hehehe," kata dia.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang

Berita Terkait: