Pantau Flash
Pemerintah Izinkan Shalat Idul Adha Digelar di Masjid di Luar Zona Merah dan Oranye
Wapres Sebut MUI Terapkan Moderasi dalam Fatwa Vaksin COVID-19
Pemerintah Anggarkan Rp2 Triliun untuk Bayar Utang ke Guru dan Dosen Agama
36 Pegawai Kedeputian Penindakan KPK Positif COVID-19
Pos Penyekatan di Jembatan Suramadu Resmi Ditiadakan

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Flu Biasa dan Influenza

Headline
Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Flu Biasa dan Influenza Ilustrasi. (Foto: Pexels)

Pantau.com - Selesma alias flu biasa (common cold) dan influenza punya gejala serupa, tapi sebetulnya merupakan penyakit yang berbeda, kata dokter Carlinda Nekawaty.

"Secara awam, masyarakat tidak bisa membedakan. Influenza disebabkan virus influenza, flu biasa disebabkan rhinovirus," kata Medical Expert Combipha dalam webinar kesehatan, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Kendalilkan Asma di tengah Pandemi dengan Langkah Ini

Gejala umum influenza memang mirip seperti selesma, yakni sakit kepala, lemah, bersin, batuk serta pilek. Orang yang sedang terkena selesma bisa mengalami gejala sakit tenggorokan dan juga hidung tersumbat.

Apa bedanya antara influenza dan flu biasa? Selesma biasanya bisa membaik tanpa vaksin atau pengobatan khusus dari dokter. Gejalanya lebih ringan dan rata-rata tak membutuhkan pengobatan spesifik, penyakit ini bisa disembuhkan bila daya tahan tubuh dimaksimalkan.

Sementara influenza punya gejala yang lebih berat seperti demam tinggi, nyeri otot, dan sakit kepala yang lebih hebat dibandingkan selesma. Bila tidak diobati, influenza bisa menimbulkan komplikasi, termasuk infeksi paru-paru alias pneumonia.

Kemiripan antara dua penyakit ini harus diwaspadai orangtua ketika buah hatinya jatuh sakit. Jangan sampai anak yang sedang influenza disangka hanya terkena selesma sehingga penanganannya tidak tepat.

Baca juga: Kesepian Bisa Berdampak Buruk Pada Kesehatan

"Salah satu gejala influenza adalah nyeri otot, jadi anak bisa merasa pegal-pegal, linu di seluruh badan. Bisa jadi dia merengek tidak mau sekolah karena badannya sakit. Sakit kepala berat juga mengarah ke (gejala) influenza," jelas dia.

Bila flu biasa alias selesma mengalami puncak tingkat keparahan selama dua hingga tiga hari, keluhan influenza bisa dialami sekitar 5-10 hari bahkan berlanjut hingga satu bulan. "Vaksin tahunan dapat membantu mencegah dan membatasi komplikasinya," ujar dia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: