Pantau Flash
Kemenparekraf Peringkat Pertama Anugerah KIP Kategori Menuju Informatif
Mentan SYL Resmikan Penggilingan Padi dan Salurkan Bantuan di Bulukumba
COVID-19 RI Pecah Rekor Lagi! Kasus Positif Naik 6.267 dengan Total 534.266
Polisi Bakal Panggil Pihak RS Ummi Diduga Halangi Satgas Soal Swab HRS
Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Mau Tunda Pilkada 2020

Stres Bisa Sebabkan Kerusakan Serius Pada Tubuh

Stres Bisa Sebabkan Kerusakan Serius Pada Tubuh Ilustrasi stres. (Foto: Shutterstock)

Pantau.com - Stres bisa merugikan tubuh, mulai dari mengganggu pola tidur Anda, pencernaan, siklus menstruasi wanita, bahkan demam.

Mengacu pada Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, MedlinePlus yakni saat seseorang mengalami suhu di atas 37,2 -37,5 ° Celcius, sementara suhu tubuh normal diperkirakan sekitar 36-37,2 ° Celcius.

Baca juga: 5 Cara Alami Turunkan Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu 10 Menit

Dokter di Cleveland Clinic, Donald Ford seperti dilansir Health mengatakan, stres dapat menyebabkan beberapa perubahan fisiologis kulit memerah tetapi tidak mengubah suhu inti tubuh.

Di sisi lain, dokter spesialis penyakit dalam di NYU Langone, Ramiro Jervis mengungkapkan, jika pasien datang dengan demam, dokter mereka kemungkinan besar akan mencari penyebab selain stres, seperti infeksi.

Tetapi meskipun stres mungkin tidak dapat menyebabkan demam secara langsung, kondisi ini masih dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh Anda yang secara tidak langsung dapat menyebabkan demam.

Menurut Ford, secara khusus, menahan stres untuk jangka waktu yang lama dapat melemahkan atau mengubah sistem kekebalan tubuh Anda. Saat kekebalan tubuh turun, Anda lebih rentan terhadap infeksi virus. Jadi, memiliki tingkat hormon stres yang lebih rendah dapat melindungi Anda dari penyakit.

Demam psikogenik seperti diungkap jurnal Temperature pada tahun 2015 menggambarkan penyakit psikosomatis terkait stres yang terutama terlihat pada wanita muda.

Penulis makalah, Takakazu Oka menuturkan, suhu tubuh inti yang tinggi dapat disebabkan oleh stres psikologis.

"Beberapa pasien mengalami demam tinggi saat mereka dihadapkan pada peristiwa emosional, sedangkan yang lain menunjukkan demam ringan yang terus-menerus berlangsung selama berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun, baik selama atau setelah situasi stres kronis," tutur dia.

Baca juga: Cegah dan Atasi Tekanan Darah Tinggi dengan Melakukan Relaksasi

Beberapa orang ketika dihadapkan pada peristiwa emosional dapat mengalami demam 40° Celcius. Namun, ada juga yang menunjukkan demam ringan yang terus-menerus, yakni 37-38 ° Celcius.

Stres saat ini belum disebut sebagai penyebab resmi demam. Jika Anda demam, pertimbangkan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya, terutama jika mengalami gejala lain seperti kesulitan bernapas.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: