Pantau Flash
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital

Studi di AS: Banyak Jalan Kaki Bisa Buat Perempuan Hidup Lebih Lama

Studi di AS: Banyak Jalan Kaki Bisa Buat Perempuan Hidup Lebih Lama Ilustrasi pejalan kaki. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Jalan kaki telah dikenal sebagai salah satu olahraga termudah dan murah. Bahkan hanya dengan berjalan kaki yang cukup, seorang perempuan bisa hidup lebih lama loh. 

Hal itu berdasar sebuah studi di Amerika Serikat. Melansir dari Asia one, dalam studi itu menggaet 17.000 wanita yang lahir sekitar tahun 70-an dan diminta memakai accelerometer selama setidaknya empat hari untuk melacak langkah-langkah harian dan intensitas gerakan mereka.

Hasilnya, para perempuan itu tercatat rata-rata mencapai 5.499 langkah setiap hari, atau sekitar 2,5 mil. Selama masa penelitian sekitar 4,3 tahun, 504 wanita yang berjalan tidak lebih dari 2.718 langkah setiap hari telah meninggal.

Baca juga: Zebra Cross 3D di Australia, Bagaimana Kondisi Pejalan Kaki di Indonesia?

Di sisi lain, wanita yang mencapai setidaknya 4.363 langkah setiap hari adalah 41 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mati.

"Lebih banyak langkah yang diambil per hari dikaitkan dengan angka kematian yang bahkan lebih rendah hingga sekitar 7.500 langkah per hari, di luar itu tidak ada penurunan lebih lanjut yang diamati," kata pemimpin penulis penelitian Dr. I-Min Lee dari Harvard Medical School dan Brigham and Women's Hospital di Boston.

Baca juga: Video Viral Pria Bopong Jenazah Anaknya Lantaran Ditolak Pakai Ambulans

Namun, penelitian ini bukan eksperimen yang dirancang untuk membuktikan bagaimana jumlah atau intensitas langkah harian dapat secara langsung berdampak pada risiko kematian perempuan.

Juga tidak bisa dikatakan apakah wanita yang sehat lebih mungkin aktif dari pada perempuan lain yang kurang sehat, yang dapat menjelaskan beberapa hubungan antara jumlah langkah yang lebih tinggi dan angka kematian yang lebih rendah.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: