Pantau Flash
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona
Uji Coba Pengaspalan Lintasan Formula E Monas Dilakukan
SBY Sebut Museum dan Galeri Seni di Pacitan adalah Amanah Ani Yudhoyono
Persija Siapkan Amunisi Terbaik Hadapi Geylang International

Studi, Kematian Dini Lebih Besar Ancam Pria yang Stres Akibat Pekerjaan

Studi, Kematian Dini Lebih Besar Ancam Pria yang Stres Akibat Pekerjaan Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Hati-hati jika bekerja terlalu keras. Apalagi untuk laki-laki. Alih-alih pekerjaan beres, justru stres menghampiri. 

Penelitian menemukan bahwa stres akibat bekerja berisiko meningkatkan kematian dini pada pria dibandingkan perempuan.

Baca juga: Benarkah Bekerja dari Rumah Membuat Seseorang Semakin Stres? Ini Faktanya

Melansir dari The Guardian, dokter menemukan bahwa pria dengan riwayat penyakit diabetes, penyakit hati, atau yang pernah terserang stroke, 68 persen lebih mungkin mengalami kematian dini karena tekanan beban kerja. 

Temuan itu berdasarkan studi selama 14 tahun yang menyoroti tingginya stres di tempat kerja.  Sementara pada penelitian sebelumnya, banyak yang melihat bagaimana stres dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan fisik dan mental. 


Peneliti menilai ada dua hal berbeda yang menjadi pemicu stres seseorang. Pertama, karena pekerjaan yang menyiksa, didefinisikan akibat tuntutan pekerjaan namun masih terkontrol. Kedua, imbalan yang tidak seimbang dengan yang dikerjakan. 

Hasil penelitian menunjukan bahwa stres dapat menyebabkan perasaan kewalahan di tempat kerja. Hal ini hampir menyerupai orang yang merokok bahkan lebih bahaya daripada penderita obesitas yang memiliki kolestrol tinggi, malas berolah raga, atau mengonsumsi air putih terlalu sedikit. 

Para dokter juga menemukan bahwa faktor tekanan pekerjaan atau ketidakseimbangan imbalan usaha tidak berdampak pada tingkat kematian wanita dalam penelitian ini. 

Baca juga: Stres dan Cemas Bisa Berdampak Baik Asal Tak Sampai Level Kronis

“Kami menemukan hubungan stres kematian pada pria tetapi tidak pada wanita, konsisten dengan fakta bahwa aterosklerosis lebih umum pada pria usia kerja daripada wanita,” kata Mika Kivimaki, seorang professor epidemilogi social di UCL. 

Meski begitu, lanjut Mika, gaya hidup sehat akan selalu mengurangi risiko kematian dini seseorang. Tetapi antisipasi lain seperti manajemen stres dengan mengurangi tekanan pekerjaan atau pengurangan jam kerja sehingga dapat membantu untuk menghindari terjadinya stres.

Tim Pantau
Sumber Berita
The Guardian
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ragam

Berita Terkait: