Pantau Flash
DPRD DKI Minta PSBB Ketat Kembali Jika 25 Januari Kasus COVID-19 Masih Tinggi
Pijat Plus-plus di Bandung: Muncikari Dapat Rp550 Ribu, Terapis Cuma Cepek
Menparekraf Bertemu Menkominfo Bahas Infrastruktur Telekomunikasi di 5 DSP
Di Depan DPR, Gus Menteri Beberkan Program Prioritas Pembangunan Desa
Lantik PAW Anggota MPR RI, Bamsoet Ingatkan Pentingnya PPHN

Studi: Mariyuana Pengaruhi Frekuensi Hubungan Sex Seseorang

Studi: Mariyuana Pengaruhi Frekuensi Hubungan Sex Seseorang

Pantau.com - Para peneliti dari Fakultas Kedokteran, Universitas Stanford, mengungkapkan kaitan antara mariyuana dengan frekuensi hubungan seks.

Mereka menemukan fakta bahwa para pengguna mariyuana lebih tahan dalam berhubungan seks dan juga 20 persen lebih sering ketimbang mereka yang tidak menggunakannya.

Para peneliti di California membuat kesimpulan setelah analisis retrospektif terhadap data 50.000 warga Amerika berusia 25 sampai 45 tahun yang dikumpulkan dari 2002 sampai 2015 oleh National Survey of Family Growth.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental Dengan Rajin Konsumsi Buah dan Sayur

Para responden ditanya mengenai berapa banyak mereka melakukan hubungan seks dalam empat pekan terakhir dan berapa sering mereka menghisap mariyuana dalam dua belas bulan terakhir.

Wanita yang menghisap mariyuana rata-rata melakukan hubungan seks 7,1 kali selama empat pekan, sedangkan yang tidak menggunakan mariyuana rata-rata 6 kali. Pada  pria, angka itu adalah 6,9 kali berbanding 5,6 kali.

Mengingat rata-rata pasangan melakukan hubungan seks sekali dalam satu pekan, penggunaan mariyuana bisa meningkatkan 20 persen frekuensi hubungan seks dalam setiap tahun.

Baca Juga: Yakin Konsumsi Buah dan Sayur Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya

Di Amerika Serikat, mariyuana legal digunakan sebagai obat atau media perangsang seks di 29 negara dan ibu kota Washington District of Columbia.

Kini 64 persen orang dewasa AS menyatakan penggunaan obat-obatan terlarang untuk hubungan seks seharusnya dilegalkan. Namun para peneliti meminta hasil studinya tersebut tidak disalahtafsirkan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - ANU