Pantau Flash
Liga 1 2020 Dimulai, Wakil Presiden Harapkan Kompetisi Sehat
Siap-siap, Beli Ponsel di Atas Rp7 Juta dari Luar Negeri Wajib Daftar IMEI
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020

Studi: Paparan Pestisida Berisiko Gangguan Autisme pada Bayi

Studi: Paparan Pestisida Berisiko Gangguan Autisme pada Bayi Ilustrasi pestisida. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sebuah studi dalam jurnal BMJ menemukan adanya hubungan paparan pestisida dan risiko gangguan spektrum autisme yang lebih tinggi pada bayi yang baru lahir.

Untuk sampai pada temuan itu, para peneliti yang dipimpin Ondine von Ehrenstein, associate professor di Fielding School of Public Health di University of California, Los Angeles, menganalisis data tentang autisme di California dan data penyemprotan pestisida di negara bagian Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, penelitian ini melibatkan hampir 38.000 orang, dengan 2.961 kasus autisme.

Peneliti menemukan wanita hamil yang tinggal dalam radius 2.000 meter dari daerah penyemprotan pestisida, 10-16 persen lebih tinggi memiliki anak yang didiagnosis autisme.

Baca juga: Jangan Sampai Anak Kekurangan Omega-3, Dampaknya Berbahaya

Ada 11 pestisida yang mereka tinjau termasuk chlorpyrifos, diazinon dan permethrin (sering digunakan untuk mengendalikan kutu).

Mereka menemukan diagnosis gangguan spektrum autisme dan cacat intelektual 30 persen lebih tinggi di antara anak-anak yang terpapar pestisida saat mereka berada di dalam rahim.

Paparan pada tahun pertama kehidupan meningkatkan risiko autisme hingga 50 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak terpapar pestisida tertentu.

Baca juga: Bunda, Kenali Gejala dan Bahaya Stunting pada Bayi

Tak hanya untuk manusia, penelitian sebelumnya membuktikan kalau pestisida berpotensi berbahaya untuk perkembangan otak pada hewan saat masih dalam kandungan.

Berbeda dari perilaku seperti merokok atau minum alkohol, terpapar pestisida biasanya tidak bisa kita kendalikan dan wanita hamil sering tidak menyadari bahwa mereka terpapar bahan kimia.

Orang-orang bisa terpapar pestisida tidak hanya melalui penyemprotan tetapi juga saat mengonsumsi produk-produk yang sudah mengandung bahan kimia. Memilih produk organik bisa membantu mengurangi risiko ini.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Rifeni
Category
Ragam

Berita Terkait: