‘Super Blue Blood Moon’ Tak Tampak Sempurna di Jakarta, Ini Penjelasan BMKG

Kepala BMKG melihat penampakan 'Super Blue Blood Moon' di Ancol (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)Kepala BMKG melihat penampakan 'Super Blue Blood Moon' di Ancol (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com – Fenomena langka gerhana bulan total atau ‘Super Blue Blood Moon’ memasuki tahap puncaknya pada pukul 20.30 WIB. Tapi, sayangnya fenomena itu tak terlihat jelas, karena Jakarta diselimuti cuaca berawan.


“Sampai pukul 21.08 WIB bulan memasuki gerhana total. Namun karena cuaca berawan, gerhana tidak terlalu terlihat,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati ditemui di Ancol, Jakarta, Rabu (31/1/2018).


Dwikorita menyampaikan, malam ini kondisi langit di Jakarta 60 persen berawan. Hal tersebut yang menyebabkan gerhana ‘Super Blue Blood Moon’ tidak terlihat sempurna.


Pengunjung melihat penampakan ‘Super Blue Blood Moon’ di Ancol (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)


Baca Juga: ‘Super Blue Blood Moon’ Mulai Menampakkan Diri di Jakarta


“Tapi, gerhana bulan total lebih terlihat jelas di daerah Indonesia bagian Timur. Seperti Makassar, Bengkulu, dan Jayapura,” tutur Dwikorita.


BMKG juga mengamati fenomena ‘Super Blue Blood Moon’ di 26 daerah di seluruh Indonesia. 


“Untuk kepentingan edukasi, kita sediakan 26 pengamatan di seluruh Indonesia mulai Sumatera sampai Papua. Teropong kita hubungkan melalui streaming. Untuk mengetahui perkembangan gerhana bulan di berbagai wilayah Indonesia,” tutup Dwikorita.


Baca Juga: Potret ‘Super Blue Blood Moon’ dari Berbagai Negara

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta