Susah Move On dari Mantan? Coba Baca Doa Ini

Headline
Ilustrasi (islam.nu.or.id)Ilustrasi (islam.nu.or.id)

Pantau.comMove on setelah putus cinta memang tidak seperti membalikkan telapak tangan. Tidak mudah. Bahkan, walaupun sudah menikah, hati masih saja memikirkan sang mantan.

Tak sedikit orang yang sudah berkeluarga, masih selalu membayangkan sang mantan. Lantas bagaimana jika seseorang memiliki rasa yang begitu kuat terhadap mantan, padahal sudah memiliki pasangan.

Adakah tuntunan Rasulullah untuk memperbaiki hati yang sulit move on dari mantan? Karena jika dibiarkan dan dirawat perasaan terhadap mantan, bukan tidak mungkin pernikahan akan berantakan. 

Dilansir islam.nu.or.id, berbicara masalah hati, Rasulullah pernah memberikan gambaran, “Sesungguhnya hati bani Adam yang berada di antara dua jari Dzat Yang Maha-Rahman itu bagaikan satu hati saja. Dia selalu mengubah-ubahnya sesuai dengan kehendak-Nya,” (HR al-Tirmidzi).

Karena itu, ketika seseorang merasa kesulitan untuk mengendalikan hatinya, maka pasrahkanlah kepada Dzat yang maha-membolak-balikkannya, yakni Allah subhanahu wata’ala. 

Dalam hadis lain, Rasulullah menyatakan, “Hati itu ibarat satu lembar bulu di atas tanah yang kosong. Ia terombang-ambing oleh angin, sehingga mudah terbolak-balik.” (HR. Ahmad).

Karena sifatnya yang mudah berubah-ubah, hati kemudian disebut dengan kalbu atau qalbu sesuai dengan asal kata Arabnya. Karenanya, melalui doa berikut Rasulullah selalu memohon kepada Allah agar senantiasa diberi keteguhan hati di atas agama-Nya.   

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ   

Yâ muqallibal qulûb tsabbit qalbî ‘alâ dînika.

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu” (HR al-Nasai’).


Setelah berdoa itu, Rasulullah kemudian menyambungnya dengan doa dari Al-Qur’an: 

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ    

Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wahablanâ min ladunka rahmatan innaka anta-l-wahhâb 

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha-Pemberi (karunia),” (Ali ‘Imran [3]: 8).    


Dalam riwayat lain, Rasulullah berdoa:    

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ

Allâhumma, musharrifal qulûb sharrif qulûbanâ ilâ thâ‘atika

Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengurus seluruh hati, arahkanlah hati kami terhadap ketaatan kepada-Mu” (HR. Muslim). 


Maka bagi Anda yang ingin diteguhkan hatinya oleh Allah akibat godaan rasa cinta kepada orang yang tak sepantasnya dicinta, ada baiknya sering membaca doa di atas.

Rasulullah memang tidak mengkhususkan doa tersebut untuk tujuan itu, tapi untuk semua hal yang berkenaan dengan hati yang kita sudah tak mampu mengendalikannya, maka perbanyaklah membacanya. 

Mudah-mudahan Allah menolong hamba yang senantiasa memohon pertolongan kepada-Nya, termasuk mengendalikan perasaan hati. Tetap yakinlah kepada Allah, Dzat yang maha-membolak-balikan hati, sambil terus berdoa kepada-Nya. Sampaikan permohonan walau mungkin tak menggunakan doa ini, sebab Dia Maha-Mendengar dan Maha-Mengetahui setiap yang terbesit dalam hati. Wallahu a’lam.

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan
Penulis
Tim Pantau.com