Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Syuting di Eropa, Clairine Clay Stres Jika Tak Ada Sambal

Syuting di Eropa, Clairine Clay Stres Jika Tak Ada Sambal Clairine Clay (Foto: Instagram/@clairineclay)

Pantau.com -  Sebagai seseorang yang suka makan nasi dan pedas, aktris muda Clairine Clay harus menyiapkan bekal khusus saat berangkat ke Eropa untuk syuting film 'Anak Garuda' beberapa waktu lalu.

Nasi, yang jadi makanan pokok masyarakat Indonesia sulit ditemui di lokasi pengambilan gambar film arahan Faozan Rizal tersebut. Sebagai gantinya, Clairine membawa sambal ulek kemasan agar semua makanan terasa lezat di lidahnya.

Baca juga: Pulang dari Eropa, Tissa Biani Minta Didoain Dapat Hidayah Berhijab

"Aku itu harus ketemu nasi sama sambal. Syuting ini di Paris, stres banget karena sarapan cuma roti sama sereal saja," ujar Clairine usai konferensi pers 'Anak Garuda' di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Untuk mengobati kerinduan terhadap masakan Nusantara, dia membawa persediaan sambal ulek dalam kemasan. Sekitar 50 kemasan kecil sambal jadi bekal andalan ke Eropa. Semua makanan Barat yang disantap harus dicocol dengan sambal tersebut.

"(50 sachet) Masih kurang. Lidahku harus kena pedas. Ikan, steak, seafood yang creamy pun aku cocol pakai sambal," tutur kekasih mantan penyanyi cilik Joshua Suherman itu.

Baca juga: Luna Maya Didoakan Netizen Balikan Lagi Sama Ariel

Clairine, yang memiliki nama lengkap Clairine Christabel, berakting sebagai Olfa dalam film 'Anak Garuda', tokoh nyata yang merupakan alumni SMA Selamat Pagi Indonesia.

Olfa adalah anak yang pernah bersembunyi di hutan selama dua pekan saat kerusuhan Poso, kemudian meneruskan pendidikan di sekolah SPI yang tidak memungut biaya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang