Pantau Flash
Disiplin Terapkan Prokes, Ketua Satgas COVID-19 Positif Korona
Total Positif COVID-19 di Indonesia Capai 965.283 dengan 13.632 Kasus Baru
BMKG Prediksi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Diguyur Hujan Disertai Petir
BPJS Kesehatan Pantau Pemanfaatan Aplikasi P-Care Vaksinasi COVID-19
Gempa Besar Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara

Tak Ada Ampun, Facebook Akan Hapus Informasi Hoax Soal Vaksin COVID-19

Tak Ada Ampun, Facebook Akan Hapus Informasi Hoax Soal Vaksin COVID-19 Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Jejaring sosial terbesar dunia Facebook berkomitmen untuk menghapus informasi yang tidak benar soal vaksin COVID-19 di platform mereka.

"Melihat informasi terbaru mengenai vaksin COVID-19 yang akan segera tersedia di seluruh dunia, selama beberapa pekan ke depan kami akan mulai menghapus klaim palsu tentang vaksin, yang sudah diverifikasi oleh pakar kesehatan publik di Facebook dan Instagram," tulis Facebook di blog resmi mereka.

Baca juga: 1 dari 1000 Unggahan di Facebook Mengandung Ujaran Kebencian

Informasi tidak benar soal vaksin COVID-19 beredar di media sosial, termasuk mengenai keamanan, bahan baku dan efek samping.

Lembaga nirlaba First Draft, dikutip dari Reuters, Jumat, menemukan 84 persen konten yang mereka teliti berisi teori konspirasi yang berkaitan dengan vaksin COVID-19, berasal dari Facebook dan Instagram, yang juga milik Facebook Inc.

Facebook menyatakan akan menghapus misinformasi yang bisa menimbulkan bahaya secara fisik.

"Ini termasuk klaim yang salah tentang keamanan, efektivitas, bahan atau efek samping vaksin. Contohnya, kami akan menghapus klaim yang salah bahwa vaksin COVID-19 mengandung chip mikro, atau apa pun yang tidak berada di daftar resmi bahan baku vaksin," kata Facebook.

Baca juga: Facebook dan Instagram Akan Hadirkan Fitur Pesan Sementara, Ini Fungsinya!

Facebook belum mengumumkan kapan tepatnya mereka akan mulai menghapus hoaks tentang vaksin, namun, mereka berkomitmen untuk terus memperbarui informasi dari lembaga kesehatan resmi untuk mengecek fakta tentang vaksin COVID-19.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: