Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Tak Banyak yang Tau, Begini Cara Tanaman Saling Berkomunikasi

Tak Banyak yang Tau, Begini Cara Tanaman Saling Berkomunikasi Tanaman. (Foto: iStock)

Pantau.com - Pernah menonton sekuel film "Lord of the Ring" di mana pohon-pohon berbicara satu sama lain? Mungkin mustahil tanaman bisa berbicara, namun seorang ilmuwan dari Virginia telah menemukan cara tanaman atau tumbuhan-tumbuhan berkomunikasi.

Penemuan ini membuat orang bisa mengetahui bagaimana tumbuhan berbagi informasi genetis mengenai tumbuhan lainnya.

Penemuan Jim Westwood, profesor patologi dan fisiologi tanaman serta ilmu gulma dari College of Agriculture and Life Sciences menyingkapkan tabir baru eksplorasi bagaimana tumbuhan berkomunikasi satu sama lain pada tingkat molekul.

Penemuan ini juga membuat para ilmuwan memiliki pemahaman baru mengenai cara memerangi gulma parasitis yang merusak tanaman pertanian di bagian-bagian termiskin dunia.

Baca Juga: Jangan Dikonsumsi! Ini Deretan Buah Paling Unik dan Beracun di Dunia

Penemuan Westwood ini sendiri telah dipublikasikan pada 15 Agustus dalam jurnal Science.

"Penemuan bentuk baru komunikasi antar organisma itu menunjukkan bahwa hal ini berlaku jauh lebih sering dibandingkan dengan selama ini diyakini," kata Westwood yang adalah peneliti pada Institut Ilmu Hayat Fralin. 

"Kini setelah kami menemukan bahwa tumbuhan ternyata saling berbagi informasi, muncul pertanyaan apa yang sebenarnya tumbuhan-tumbuhan omongkan itu?''.

Westwood mempelajari hubungan antara tumbuhan parasitis, geletar dan dua tanaman penerima (objek percobaan), yakni Arabidopsis dan tomat.

Untuk melekatkan embun dan nutrien di luar dua tanaman objek itu, geletar (dodder) memanfaatkan embel  yang disebut akar (haustorium) untuk menembus tumbuhan.

Westwood sebelumnya sudah menyimpulkan bahwa selama interaksi parasitis ini ada perpindahan RNA antara dua spesies. RNA mentranslasikan informasi melewati DNA yang merupakan cetak biru organisma.

Baca Juga: Meski Digunakan untuk Kebutuhan Medis, Ini 5 Bahaya Ganja bagi Tubuh

Penelitian baru itu memperluas cakupan pertukaran informasi antar tanaman dan membedah mRNA atau RNA pengirim pesan yang mengirimkan pesan di dalam sel dengan memerintahkan langkah apa yang diambil, misalnya protein mana yang dikodekan.

mRNA sangat rapuh dan berumur pendek sehingga memindahkannya di antara dua spesies tersebut adalah sulit.

Namun Westwood menyimpulkan bahwa selama hubungan parasitis itu, beribu-ribu molekul mRNA saling bertukar pesan antar kedua tanaman, yang menciptakan dialog terbuka antara dua spesies sehingga kedua tanaman bisa bebas berkomunikasi.

Melalui pertukaran ini tumbuhan parasitis mendikte tanaman objek untuk melakukan hal-hal seperti mengendurkan pertahanannya sehingga tumbuhan parasit bisa lebih mudah menyerangnya.

Proyek baru Westwood ini ditujukan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dikatakan mRNA.

Dengan menggunakan informasi yang baru ditemukan ini, para ilmuwan kini bisa mempelajari bahwa organisma-organisma seperti bakteri dan jamur juga bertukar informasi mengenai hal yang sama-sama diminatinya. Penemuan ini juga membantu mengatasi masalah kelangkaan pangan.

"Tanaman-tanaman hama seperti witchweed dan broomrape  sangat menggangu tanaman polong dan tanaman pangan lainnya yang penting bagi kawasan-kawasan termiskin di Afrika dan tempat lainnya," kata Julie Scholes, profesor pada Universitas Sheffield, Inggris, yang mengenal betul karya Westwood. 

"Penemuan Westwood berimplikasi bagus terhadap rancangan strategi pengendalian baru yang didasarkan pada gangguan informasi mRNA sehingga tumbuhan parasitis itu mereprogram tanaman objek."

Westwood menyebut penemuannya ini menarik sekaligus penting.

"Cantiknya penemuan ini adalah bahwa mRNA bisa saja menjadi bukit Achilles terhadap parasit," kata Westwood.

"Ini sungguh menyenangkan karena begitu banyak implikasi potensial yang menyelimuti informasi baru ini," tutup dia seperti dikutip Science Daily.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - ANU