Pantau Flash
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat
Ditangkap Bareskrim di Bogor, Ustadz Maaher Jadi Tersangka Kasus UU ITE
Dari Penggeledahan Rumah Dinas Edhy Prabowo, KPK Temukan Uang Rp4 Miliar
Positif COVID-19, Kasudin Pendidikan Jaktim Meninggal Dunia

Tak Perlu Bikin Risih, Begini Tips Dampingi Anak Bermain Sosial Media

Tak Perlu Bikin Risih, Begini Tips Dampingi Anak Bermain Sosial Media Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo menyarankan orang tua untuk selalu mendampingi anak-anak mereka saat mengakses media jejaring sosial (medsos) menyusul kedekatan anak-anak dan remaja generasi Z yang akrab dengan teknologi.

Vera mengatakan perilaku anak dan remaja yang mengakses media sosial tanpa pendampingan akan berdampak buruk terhadap kondisi psikologis mereka, termasuk kepada keluarga.

Baca juga: Facebook Perkenalkan Grup Parenting untuk Orang Tua

Berikut tips pendampingan anak dan remaja dari Vera:

1. Berteman dengan anak di medsos

Vera mengatakan orangtua perlu menjadi teman anak dalam media sosial. Mereka dapat saling mengikuti (follow) melalui akun masing-masing. Namun, Vera meminta orang tua untuk menjadi teman yang diam.

"Berteman, tapi jangan pernah memberi komen dalam unggahan anak, bahkan memberi like sekalipun,” katanya.

Vera mengatakan pertemanan itu sangat penting untuk menghindari anak merasa risih, tidak memiliki ruang, tidak nyaman, serta merasa diawasi.

“Jangan sampai anak membuat akun baru dalam medsos agar tidak dilihat oleh kita,” katanya.

2. Ikuti juga orang-orang yang di-ikuti anak

Menurut Vera, apa yang diikuti anak dalam media sosial dapat mempengaruhinya. Dengan pemantauan itu, orang tua akan tahu siapa saja yang diikuti anak. Tapi, seperti prinsip utama, orang tua perlu tetap menjadi teman yang diam.

Baca juga: Riset Sebut Ibu Milenial Pentingkan Karakter Dibandingkan Akademis Anak

3. Diskusikan masalah di dunia nyata

“Kalau ada unggahan anak yang aneh misalnya unggahan foto yang terlalu vulgar atau akun lain yang diikuti anak tidak baik, coba diskusikan dengan anak secara langsung dan edukasi dia, misalnya mengenai cyber bullying,” ujar Vera.

4. Jadi teman anak di dunia nyata

Vera mengatakan komunikasi dengan anak merupakan kunci penting, terutama pada kehidupan nyata dibanding sekadar menjadi teman dalam dunia maya.

“Jadilah teman baiknya. Jangan jadi orang tua yang diktaktor sehingga anak tidak kapok dan merasa nyaman untuk terbuka kepada kita,” katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: