Pantau Flash
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

Ternyata Ini yang Membuat Ikan Bisa Melihat di Air Keruh

Ternyata Ini yang Membuat Ikan Bisa Melihat di Air Keruh Ilustrasi Ikan. (archipelagoimages)

Pantau.com - Peneliti dari University School of Medicine di St. Louis Dr. Joseph Corbo mencoba mempelajari bagaimana penglihatan ikan tetap tajam saat berada di air keruh, misalnya sungai.

Ternyata, saat berenang di air keruh ikan dapat mengaktifkan enzim di mata mereka yang meningkatkan kemampuan mereka melihat sinar inframerah, mempertajam penglihatan mereka di tempat kotor dan berlumpur.

Enzim tersebut bernama Cyp27c1 yang berkaitan dengan vitamin A dan telah diketahui dapat meningkatkan penglihatan, terutama di tepat kurang bercahaya.

Vitamin A merupakan komponen penting dari pigmen penglihatan. Dengan enzim tersebut, ikan dan amfibi dapat menyesuaikan penglihatan mereka dengan cahaya di lingkungan mereka.

Baca Juga: Tidak Melulu Horor, Rasa Ingin Tahu Tinggi Juga Miliki Manfaat Lho

Secara kimiawi, enzim Cyp27c1 memberi modifikasi kecil di molekul, mengubah vitamin A1 menjadi vitamin A1, yang mengubah sensitivitas sel penerima cahaya terhadap gelombang yang lebih panjang, seperti cahaya merah dan inframerah.

Proses tersebut menjelaskan mengapa ikan air tawar seperti salmon dapat pelan-pelan menambah penglihatan mereka ketika mereka keluar dari perairan laut, yang bercahaya biru-hijau, lalu masuk ke perairan tanah yang lingkungannya bercahaya spektrum merah dan inframerah.

Baca Juga: 5 Dampak Buruk yang Akan Timbul Jika Terlalu Sering Minum Soda

Kemampuan ini juga dimiliki amfibi untuk mengubah penglihatan dari perairan tawar ke bawah laut.

Para peneliti pertama kali menemukan enzim tersebut di ikan zebra lalu katak bullfrog.

Manusia pun memiliki tiruan gen yang mengatur enzim tersebut, tapi tidak aktif di mata.

Enzim tersebut kemungkinan dapat digunakan bersama perangkat optogenetik, yang memungkinkan peneliti mengaktifkan syaraf tersebut dengan bantuan cahaya, untuk mengatasi penyakit syaraf dan kebutaan.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - ANU
Penulis
Kontributor - ANU

Berita Terkait: