Pantau Flash
Hilal Tidak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri Kamis 13 Mei
Kemenag: Tak Ada Referensi Hilal Awal Syawal 1442 H Teramati di Indonesia Secara Astronomis
Masjid Istiqlal Tidak Gelar Salat Ied Tahun Ini
KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai yang Tak Lolos TWK
Kemenparekraf Pastikan Destinasi Wisata Terapkan Prokes saat Libur Lebaran

Ternyata Manusia Bisa Deteksi Penyakit Hanya Lewat Bau

Ternyata Manusia Bisa Deteksi Penyakit Hanya Lewat Bau Bau Badan. (Foto: AXE House)

Pantau.com - Studi terbaru yang dilakukan Karolinska Institutet di Swedia mengungkapkan bahwa manusia sebenarnya dapat mendeteksi penyakit lewat bau yang muncul dalam tubuh, seperti keringat atau bau mulut.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science ini para peneliti mencoba menyuntikkan lipopolisakarida (racun pada bakteri yang memproduksi kekebalan) dan yang lainnya dengan air garam (yang tidak memiliki efek) pada delapan orang sehat. 

Setelah itu, para peneliti mengumpulkan pakaian yang dikenakan para partisipan sebagai sampel. Mereka lalu memotong bagian lengan kaus itu dan menempatkannya ke dalam botol.

Baca Juga: Berusaha Terlihat Bahagia Bisa Sebabkan Stres Tinggi Lho!

Setelah itu, para peneliti meminta 40 orang mahasiswa mencium bau sampel ini dan menilai intensitas baunya.

Mereka para mahasiswa yang menguji ini mempersepsikan kesehatan lewat bau.

Para mahasiswa menilai pakaian partisipan yang disuntik racun berbau lebih menyengat dibandingkan pakaian partisipan yang disuntik dengan garam.

Mereka juga menilai pakaian dari partispan yang disuntikan racun berbau lebih "tidak sehat".

Studi ini menunjukkan bahwa " manusia sebenarnya dapat memisahkan antara bau orang sakit dan sehat " beberapa waktu setelah sistem kekebalan tubuh diaktifkan.

Baca Juga: Benarkah Terlalu Bahagia Bikin Seseorang Cepat Mati?

Mereka juga menemukan fakta bahwa semakin besar respon kekebalan partisipan pada racun, maka semakin tinggi peringkat sampel tidak disukai.

Para peneliti mengatakan kemampuan untuk mendeteksi orang-orang sakit dengan bau mereka dapat dijadikan indikator untuk melindungi orang sehat.

Namun, karena studi ini baru dilakukan di laboratorium , dan peserta disuntik dengan racun tunggal , belum jelas apakah hasil yang sama akan terlihat di luar laboratorium pada orang yang memiliki infeksi lain, demikian seperti dikutip dari livescience.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: